Implementasi QRIS di RSUD Wangaya

Implementasi QRIS di RSUD Wangaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bersama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyelenggarakan kegiatan Launching dan Implementasi Quick Kode Respon Standar Indonesia (QRIS) di Rumah Sakit Wangaya (RSUD) Wangaya, Kamis (2/12). Peresmian dilakukan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dengan melaksanakan transaksi dan scan barcode QRIS serta menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari BPD Bali. Acara dihadiri Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Direktur Utama RSUD Wangaya, dr. AA. Made Widiasa beserta jajaran.

Walikota Jaya Negara mengatakan, saat ini penggunaan transaksi non tunai semakin masif, selain mendukung penerapan protokol kesehatan serta mempermudah transaksi pembayaran, juga memberikan manfaat bagi instansi/lembaga ataupun masyarakat seperti adanya transparansi, transaksi tercatat langsung, efisien serta akuntable. “Implementasi pembayaran digital seperti QRIS di rumah sakit menjadi sangat urgen untuk dilakukan saat ini, mengingat di masa pandemi dengan adanya QRIS dapat mengurangi tatap muka dan bersentuhan langsung,” ujarnya.

Pihaknya berterima kasih kepada BPD Bali dengan bantuan CSR serta berbagai inovasi di dalam meningkatkan pembangunan daerah khususnya Kota Denpasar. “Kami tentunya sangat berterima kasih kepada BPD Bali untuk bantuan serta pendampingan di dalam meningkatkan pembangunan, perekonomian, sosial, pendidikan serta kesehatan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dirut BPD Bali, I Nyoman Sudharma menyampaikan, jalinan kerjasama BPD Bali dengan RSUD Wangaya berlangsung sejak 2009. Kerjasama ini tentunya bertujuan untuk memberikan dukungan dan kemudahan bagi masyarakat dalam hal transaksi perbankan di RSUD Wangaya untuk mendukung kepentingan pelayanan prima yang membutuhkan kontinuitas, aksesibilitas, memiliki, dan akuntabel. “Pemasangan barcode QRIS di beberapa titik di RSUD Wangaya dapat mempermudah masyarakat di dalam melaksanakan administrasi dan transaksi sehingga diharapkan tidak terjadi antrean dan sentuhan langsung,” tuturnya.

Direktur RSUD Wangaya, AA. Made Widiasa mengatakan rumah sakit merupakan tempat terdepan dalam penanganan Covid-19 yang sangat rentan terhadap penyebaran virus, sehingga penerapan protokol tatanan kehidupan era baru menjadi suatu keharusan. Pihaknya meyakini implementasi kesehatan yang dibarengi dengan transaksi ekonomi berbasis digital akan mempercepat terjadinya pemulihan kesehatan yang pada akhirnya akan berdampak pada pemulihan ekonomi.

Selaku Pimpinan RS, ia menyampaikan terima kasih kepada BPD Bali yang telah memfasilitasi dan memberikan dukungan yang sangat baik sehingga penerapan aplikasi QRIS (Quick Kode Respon Standar Indonesia) ini dapat digunakan di RSUD Wangaya untuk pelayanan transaksi oleh pasien baik Rawat Jalan maupun Rawat Inap. “Sejak bekerjasama, BPD Bali terus ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit. Oleh karena itu kami sangat berterima kasih atas segala bantuan dan dedikasi yang telah diberikan,” ujarnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us