Ini 19 Karya Budaya Bali yang akan Jadi WBTB Indonesia. Tinggal Tunggu SK!

Ini 19 Karya Budaya Bali yang akan  Jadi WBTB Indonesia. Tinggal Tunggu SK!

Warisan budaya Bali kembali mendapat rekomendasi menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Ada sebanyak 19 karya budaya dari Bali yang berhasil mendapat rekomendasi tim ahli dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek). “Ada 19 WBTB yang kami ajukan dalam sidang akhir di Jakarta pada 31 Agustus 2023 lalu, syukur semuanya lolos,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Bali I Gede Arya Sugiartha, Rabu (13/9).

Syarat rekomendasi untuk ditetapkan menjadi WBTB Indonesia dalam sebuah sidang. Saat itu, telah dilakukan pemaparan kembali untuk meyakinkan tim ahli, sehingga penetapan 19 karya budaya Bali sebagai WBTB Indonesia hanya menunggu SK Mendikbud Ristek saja. “Dengan bertambahnya jumlah tersebut, maka Bali nantinya akan memiliki total 111 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB Indonesia,” jelas mantan Rektor ISI Denpasar ini sambil tersenyum.

Sebanyak19 karya budaya Bali yang telah mendapat rekomendasi dari tim ahli WBTB nasional yaitu Permainan Tradisional Megandu, Tenun Cagcag, Upacara Ngaben, Tradisi Malukat, Hari Suci Nyepi, Jukut Gonda, Tari Rejang Gede, Loloh Cemcem, Nganten Massal, Sampi Gerumbungan, Tradisi Mengarak Sokok, Kain Tenun Rangrang, Kerajinan Genta, Kerajinan Gamelan, Uyah Kusamba, Bungbung Kepyak, Kendang Mebarung, Lukisan I Gusti Made Deblog, dan Tari Baris Kekupu Banjar Lebah.

Sesungguhnya ada sebanyak 22 WBTB yang telah diajukan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ke pemerintah pusat. Dari 22 WBTB itu, sebanyak tiga WBTB yang tidak lolos. Hal ini lantaran pengkajian yang kurang mendalam dari tiga warisan budaya tersebut. Tiga karya budaya lainnya masing-masing Tari Baris Memedi, Tari Daa Malom, dan Makanan Tradisional Topot harus ditangguhkan karena belum bisa memenuhi sejumlah syarat. “Kajian tidak memenuhi syarat, istilahnya ditangguhkan, tapi tiga warisan budaya tersebut tetap kami ajukan,” sebutnya.

Menurut Kadisbud Prof Arya, WBTB yang diajukan itu harus ada kajian dan syaratnya. Misalnya, kenapa karya itu perlu ditetapkan sebagai warisan budaya, fungsinya apa, siapa saja tokohnya, upaya apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk melestarikannya. “Jumlah karya budaya Bali yang direkomendasikan menjadi WBTB Indonesia tahun ini meningkat jumlahnya dibandingkan tahun lalu yang hanya sebanyak 9 karya budaya,” paparnya.

Bali sebetulnya akan lebih banyak dapat mengajukan WBTB, jika saja memiliki lebih banyak waktu dan tenaga, khususnya tenaga pengkaji. Jika Bali memiliki banyak tenaga pengkaji, maka WBTB yang dikirim bisa saja mencapai ratusan. Untuk tahun ini, tidak semua kabupaten yang mengajukan karya budaya, ada yang tidak juga,” ungkapnya.

Karena itu, Kadisbud Prof. Arya berharap, khususnya kepada masyarakat agar tradisi-tradisi yang ada, yang mengandung budaya, serta nilai kehidupan, agar dirawat, sehingga secara bertahap dapat diajukan dan memperoleh pengakuan. “Sudah ada kejadian warisan budaya yang diklaim oleh orang lain. Ini hak kekayaan komunal itu WBTB bahwa kita yang punya itu. Tradisi itu punya komunitas dan perorangan. Kayak lukisan Gusti Made Deblog, itu khas berkiblat pada wayang. Wayang dua dimensi sekarang jadinya tiga dimensi, bagus lukisannya ada kekhasan, pribadi yang punya itu,” ucapnya.

Termasuk kuliner juga mesti masuk ke dalam WBTB. Kuliner merupakan salah satu unsur kebudayaan atau objek kebudayaan. Hal ini dinilainya penting untuk dijaga. Jika tahun lalu Serombotan Klungkung yang masuk. Sekarang Jukut Gonde. “Banyak yang belum. Lawar aja belum. Ini tergantung Disbu kabupaten/kota, siapa yang punya warisan budaya, segera buat kajiannya diajukan ke Disbud. Kita yang kumpulkan itu sama-sama mengajukan,” ajaknya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us