Ini Cara Desa Peguyangan Kangin Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Ini Cara Desa Peguyangan Kangin Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Meski sebagain besar pemilik usaha sudah mengikuti instruksi Gubernur serta Bupati dan Walikota se-Bali untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, namun Tim Yustisi Kota Denpasar selalu menghimbau masyarakat tetap disiplin prokes. Sebut saja pada kegiatan patroli di Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Minggu (8/8). Selain mendisiplinkan terkait penggunaan masker yang ditujukan kepada masyarakat, juga memantau usaha sesuai pembatasan jam operasional.

Perbekel Desa Peguyangan Kangin, I Wayan Susila mengatakan, giat operasi yustisi d iwilayahnya ini dilaksanakan guna memantau kelancaran pelaksanaan PPKM Level 4. Terutama mendisiplinkan penggunaan masker yang ditujukan kepada masyarakat sembari memantau keamanan wilayah. “Kegiatan meliputi pemantauan usaha sesuai pembatasan jam operasional, memberikan edukasi dan sosialisasi terkait prokes mengacu pada Instruksi Mendagri dan SE Gubenur serta Walikota,” katanya.

Dalam Surat Edaran Gubernur Bali yang baru ini diberlakukan beberapa kelonggaran untuk memberikan ruang bagi aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat, yaitu: Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan jam operasional sampai pukul 16.00 Wita. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 Wita.

Pelaksanaan kegiatan makan atau minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall dapat dibuka dengan maksimal pengunjung makan ditempat 25% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit, dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 Wita.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, dilaksanakan tracing dan swab antigen oleh Kadus, Babinsa, Babinkamtibmas serta tim swab dari Puskesmas setempat dan Kampus Unud. “Tim ini juga melaksanakan penyemprotan ECO enzim menyasar tempat warga yang terpapar positif Covid-19. Satgas Banjar juga bertugas menyalurkan pendistribusian sembako dan konsumsi bagi warga yang sedang melaksanakan Isolasi Mandiri (Isoman),” papar Perkebel Susila. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us