Ini Hasil Tim GTPP Covid-19 Gianyar Saat Rapat Evaluasi

Ini Hasil Tim GTPP Covid-19 Gianyar Saat Rapat Evaluasi

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar menggelar rapat analisa dan evaluasi dalam menyikapi Surat Kepala Kepolisian Daerah Bali. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) I Made Gede Wisnu Wijaya bersama Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, unsur TNI, unsur Kejaksaan Negeri Gianyar di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar, Sabtu (6/2). Rapat dihadiri para asisten sekretariat daerah, direktur rumah sakit, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur terkait lainnya.

Sekda Wisnu Wijaya mengatakan, tujuan dari rapat koordinasi penanganan ini adalah menganalisa dan mengevaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Gianyar. Rapat ini juga bertujuan mengefektifkan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berakhir sampai tanggal 8 Pebruari 2021. “Tren kasus terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan evaluasi, selain prokes yang sering diabaikan, juga karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat yang sedang menunggu hasil uji sampel,” katanya.

Seringkali orang atau sebuah keluarga yang sedang menunggu hasil uji sampel malah bepergian keluar rumah. Padahal belum pasti apakah mereka positif atau negatif. Untuk itu, Tim GTPP Covid-19 harus menggencarkan sosialisasi bahwa jika seseorang diambil sampel untuk tes PCR atau rapid, orang tersebut dan keluarganya tidak boleh kemana-mana dulu sampai hasil uji sampel keluar. “Bagaimana kita bisa memutus mata rantai penularan jika seperti ini keadaannya,” tegasnya.

Dari rapat koordinasi tersebut disimpulkan, bahwa masyarakat harus menerapkan dengan ketat prokes kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19. Tim GTPP Covid-19 Kabupaten hingga tim satgas gotong royong agar dapat mengedukasi dan meyakinkan masyarakat bahwa Covid-19 ada, nyata dan berbahaya serta meningkatkan Tracing, Testing dan Treatment (3T).

Kapolres Gianyar AKBP l Dewa Made Adnyana mengatakan, pihaknya bersama dengan TNI siap mengamankan titik-titik keramaian yang dikunjungi masyarakat seperti pasar. Selain mengamankan, pihaknya juga melaksankan pendisiplinan bersama pihak terkait di setiap pasar. Seperti pedagang yang tidak memakai masker, jika berulang-ulang maka akan dikenakan sanksi.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar dalam melaksanakan upacara agama seperti piodalan, pengabenan dan lainnya harus mengikuti protokol kesehatan.

Bukannya tidak boleh melaksanakan upacara, tetapi yang perlu digaris bawahi adalah kerumunannya. “Pihak kepolisian dan TNI serta instansi terkait lainnya tetap menggencarkan penertiban prokes,” ucapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us