Ini Peran Dekranasda Bangkitkan Industri Endek di Denpasar

by -6 views

Kota Denpasar selain terkenal dengan seni budayanya juga dikenal dengan produk perdagangan dan industri tekstil salah satunya adalah Keindahan Wastra “Endek & Songket”. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berupaya untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya. “Save Our Heritage sehingga endek dapat menjadi ikon kerajinan tekstil untuk generasi mendatang,” kata Ketua Dekranasda, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra, saat menjadi narasumber Membangun Denpasar Berbasis Budaya, Jumat (20/11)

Dalam kesempatan itu, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra memaparkan Peran Dekranasda Dalam Mengangkat Eksistensi Industri Fashion Endek di Kota Denpasar. Hal ini tak lepas dari komitmen besar Pemkot Denpasar untuk membangkitkan kembali kerajinan endek sebagai identitas tenun ikat di Bali. Membangkitkan eksistensi kain tenun endek yang mendunia ini sesuai dengan visi Denpasar Kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. “Untuk mendukung visi tersebut, Dekranasda sangat antusias mendukung visi Kota Denpasar dengan mengangkat kembali citra “endek” sesuai dengan arah pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar,” jelasnya.

Hingga saat ini beragam upaya telah dilaksanakan sebagai wujud nyata komitmen Pemkot Denpasar bersama Dekranasda Kota Denpasar untuk menjaga eksistensi kain endek di masyarakat. Hal ini mulai dari menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya untuk mengembangkan produk-produk kerajinan, melaksanakan pembinaan dan monitoring kepada seluruh UKM atau perajin dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk, membantu akses pemasaran dan promosi dengan mengikutsertakan dalam pameran-pameran tingkat daerah maupun nasional dan memfasilitasi IKM dalam akses pemasaran baik secara offline dan online (e-commerce).

Keberadaan Rumah Belanja Denpasar menjadi salah satu tempat promosi berbagai produk IKM Denpasar. Dari olahan makanan ringan, kerajinan tangan, tekstil, hingga produk aksesoris. Berada dalam satu kawasan gedung Dharma Negara Alaya yang hingga saat ini telah tergabung sebanyak 256 perajin di Kota Denpasar. “Terdapat pula Denpasar Design Center (DDC) merupakan salah satu bentuk fasilitas dan layanan one stop service pembinaan, pendampingan dan penguatan daya saing untuk mendukung pengembangan IKM, terutama terkait desain kemasan, produk, tekstil, dan hak kekayaan intelektual (HKI) dengan dukungan layanan e-commerce,” ujarnya.

Dalam mendukung eksistensi kain endek di masyarakat turut digencarkan upaya-upaya strategis seperti halnya sosialisasi dan himbauan penggunaan produksi dalam negeri, Launching Songket Denpasar, Pembentukan Asosiasi Bordir, Endek & Songket Kota Denpasar (ASBEST), Pelatihan dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia serta Duta Endek dan Lomba Kreasi Endek.
“Dengan melaksanakan dua event berbasis endek yakni Duta Endek dan lomba Kreasi Endek ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan di Kalangan remaja terhadap Endek sehingga dapat mempromosikan dan mensosialisasikan ragam Endek sebagai produk kearifan lokal yang dapat dikembangkan sebagai Produk Fashion, dan semoga kedepanya Kain Tenun Endek dapat selalu eksis dan memiliki daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya. (BTN/bud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *