Ini Tanggapan Kalangan Pariwisata terhadap SE Gubernur Bali No.8 Tahun 2021

Ini Tanggapan Kalangan Pariwisata terhadap SE Gubernur Bali No.8 Tahun  2021

Berbagai upaya terus dilakukan. Gubernur Bali Wayan Koster untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali. Yang terakhir, Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Senin (28/6).

Terbitnya SE ini sebagai salah satu tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019. Beberapa ketentuan dalam SE No 8 Tahun 2021 masih sama dengan SE sebelumnya. Di antaranya kegiatan operasional warung makan dan pusat perbelanjaan yang masih diijinkan berlangsung sampai pukul 22.00 WITA dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Hal yang berbeda dari SE sebelumnya adalah ketentuan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Dalam poin 5 huruf b disebutkan bahwa pelaku perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Hasil negatif uji Rapid Tes Antigen sementara tidak berlaku bagi PPDN dengan transportasi udara.

PPDN yang menggunakan transportasi darat dan laut wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Sebelumnya surat keterangan berlaku paling lama 3 x 24 jam. Untuk menunjukan keakuratan dan memastikan keaslian hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen, surat keterangan tersebut wajib dilengkapi dengan Barcode/QRCode. Pengguna transportasi udara juga tetap diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Anak di bawah usia 5 (lima) tahun juga tetap tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau uji Rapid Test Antigen. “Edaran ini mulai berlaku pada hari Senin, tanggal 28 Juni 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut,” Ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana

Surat Edaran (SE) Nomor 08 Tahun 2021, ditanggapi beragam oleh kalangan pariwisata setempat. Komang Sri Asst. Marketing Communications Manager Mozaic restaurant melihat dari dua sisi ”Dilihat dari aspek kesehatan, sangat menguntungkan, mengurangi kenaikan kasus di Bali. Dari aspek bisnis, sangat hancur. Harapan setiap orang langsung pupus.” Sedangkan Aryanta Director Of Sales & Marketing Adhijaya Hotel melihat lebih kepada akan mundurnya recovery pariwisata Bali. “Bali akan perlu waktu semakin panjang dan hotel akan sampai ke fase yg sangat sangat berat untuk bisa bertahan lebih lama dengan kondisi seperti ini.”

“Hotel yang buka dengan tingkat hunian 5-10% dan dengan harga yang sudah sangat tidak sehat, itu sebenarnya hanya utk coba survive dan sudah pasti rugi. Dan dengan surat edaran dan di lockdown nya beberapa daerah yg menjadi sumber wisatawan domestik, semakin lengkap dan semakin tidak pastilah kondisi pariwisata di daerah Bali” tambahnya

”Menemukan keseimbangan antara kesehatan masyarakat dan pembangunan ekonomi diperumit oleh sifat pandemi ini. Peluang ekonomi yang hilang sangat dirasakan oleh semua orang secara langsung maupun tidak langsung. Kesehatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas dan kita harus mempertimbangkan dampak hilir dari kerugian ekonomi bagi anggota masyarakat karena mereka mengurangi standar perawatan karena kendala keuangan.” komentar Gilar Manggala PR & Marketing Manager Bali Mandira Beach Resort & Spa.

Rossy Astagina Sales & Marketing Kawi Resort by Pramana melihat ini seakan akan ada kepentingan settingan di baliknya, di mana kehadiran SE yang selalu pas waktunya di permintaan booking kamar naik, ini tentu akan sangat berpengaruh. ” Pada bulan juni The Seminyak Beach Resort & Spa mengalami peningkatan hunian yang significant tinggi di banding bulan bulan sebelumnya dan bulan Juli, optimis dengan tingkat hunian lebih tinggi dari Juni, akan tetapi dengan adanya SE baru yang dirasakan mendadak, kami khawatir akan mempengaruhi bookingan yang sudah ada . Sementara ini masih 10 % dari total bookingan yang membatalkan dan juga ada yang menunda, ” keluh Lenny Willyana – Director Of Sales &Marketing The Seminyak Beach Resort & Spa.

“Tetapi dari segi protocol kesehatan kita mendukung, karena masih diperbolehkan ada object wisata, kegiatan budaya, mall, kulinari buka dengan syarat syarat yang ditentukan, tetapi untuk informasi SE mengenai tes PCR hanya untuk perjalanan lewat udara sedangkan lewat darat masih antigen mungkin perlu ditinjau kembali dikarenakan informasi yang mendadak hanya akan menurunkan tingkat bepergian lewat udara, juga akan berdampak pada turis domestik yang lewat darat,” tambahnya. (BTN/ery)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us