Jangan Biarkan Lovina Merana

Jangan Biarkan Lovina Merana

Border pariwisata yang rencananya akan dibuka pada Juni – Juli mendatang, belum memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke hotel di kawasan Wisata Lovina, Kabupaten Buleleng. Hotel-hotel yang berdiri megah di pantai Bali Utara itu terlihat enggan tersenyum karena memang tak banyak yang menyapa. “Rencana pemerintah akan membuka border pariwisata pada Juni – Juli ini belum ada dampaknya terhadap isian hotel kami. Mungkin karena itu belum pasti juga dan wisatawan manca Negara juga belum mendapatkan kejelasan dari negaranya,” kata General Manager The Lovina Bali, Dwi Dharmawijaya, Selasa (27/4).

Tekanan pandemi Covid-19 betul-betul dirasakan oleh para pengusaha dan pengelola industry perhotelan di Lovina. Apalagi saat ini, suasana hari Raya Galungan, Kuningan dan Lebaran yang semestinya menjadi momen untuk bisa menarik kunjungan wisatawan domestic dari Jawa, Sumatera dan kota lainnya untuk datang le Lovina, akan tetapi dengan adanya larangan mudik atau bepergian yang dikeluarkan oleh pemerintah maka harapan itu menjadi tertunda. “Jujur, kami tidak berharap banyak dalam momen hari raya ini, karena di satu sisi juga larangan tersebut untuk menekan penyebaran Covid-19,” akunya pasrah.

Memang, ada sedikit harapan kunjungan wisatawan itu akan bertumbuh seiring dibukanya border pariwisata dan ditetapkannya tiga wilayah sebagai zona hijau, yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua. Namun, hal itu juga belum ada pengaruhnya terhadap kunjungan wisatawan ke Buleleng, khususnya ke Lovina. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana telah mengusulkan juga Lovina , Munduk dan Pemuteran sebagai zona hijkau di kabupaten Buleleng. “Saat ini, kunjungan tamu ke hotel kami masih sangat rendah. Kalau dirata-ratakan masih berada dii bawah 10%. Walau kamu sudah menerapkan kerja secara bergiliran, tetapi itu belum bisa membantu operasional hotel,” ucapnya polos.

Saat ini, pihaknya hanya mengandalkan tamu lokal yang dibarengi dengan pemberian harga promo yang sangat special. Sering pula dibarengi dengan menawarkan paket-paket manarik, sehingga masyarakat tertarik untuk menginap atapun bekerja dari hotel. “The Lovina Bali memiliki suasana pantai yang indah. Bisa menyaksikan dolphin dan dilengkapi dengan fasilkitas free morning yoga, free use kano dan paddle board, free shuttle service to Lovina area, free use bicycle, dan lainnya,” ubgkap pria kalem ini.

Jika menginap dan tinggal di The Lovina Bali, wisatawan akan merasakan pelayanan hotel berbintang dengan suasana resort di Buleleng. “Kami berharap kepada pemerintah border segera dibuka agar wisatwan bisa datang dan berwusata ke Lovina. Karyawan hotel kami sudah divaksin, hotel kami sudah tersertifikasi CHSE, dan kami siap menerima tamu untuk tinggal di hotel kami. Satu lagi, kami harap pemerintah bisa membantu untuk memberikan soft loan, pinjaman lunak untuk membantu operasional hotel,” imbuhnya.

Hal yang sama juga terjadi di Puri Saron Hotel Lovina. Rencana dibukanya border hanya menjadi harapan saja, karena sampai saat ini belum ada peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan. Apalagi, Lovina tidak termasuk destinasi penetapan zona hijau, sehingga harapan untuk mendatangkaan tamu ke Bali Utara tinggal harapan saja.”Suasana hari raya Lebaran) semestinya dapat dijadikan promo untuk menarik kunjungan, juga hanya menjadi harapan karena muncul kebijakan pemerintah untuk tidak bepergian untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujar Executive Manager, Desak Putu Riya Novitri.

Wanita ramah ini lalu menegaskan, sekarang ini suasana hari raya namun, occupancy di Hotel Puri Saron Lovina masih terbilang rendah. Kalau dirata-ratakan masih terisi berkisaran dibawah 10% per hari saja. Itupun harus dibarengi dengan penawaran paket serta diskon, sehingga masyarakat yang ingin tinggal dihotel dapat diwujudkan. “Tamu kami yang memesan kamar secara tiba-tiba saja. Jika ada diskon atau paket menarik, masyarakat langsung memesannya. Tidak lagi memboking jauh-jauh hari. Karena itu, kami tidak berani mengatakan kamar hotel kami terisi. Beda dengan dulu, dimana jauh hari sudah ada yang memesan kamar,” paparnya.

Karena itu, tegas Desak pomo yang ditawarkan diposting last minute. Saat posting juga disesuaikan dengan moment, sehingga men jadi sangat menarik. Apalagi didukung dengan Puri Saron Lovina yang terletak di pinggir pantai, sehingga menjadi tempat tinggal yang sangat indah. Lokasinya, juga dekat dengan kota, serta pelayanannya yang sangat ramah dan standard bintang Selama pandemi Covid-19, hotel ini belum pernah tutup maka dari itu hotel tetap terjaga dari sisi maintenancenya.
“Kami berharap Lovina juga ditetapkan sebagai zona hijau. Hampir 95% staff Puri Saron Lovina sudah divaksin dan penerapan protokol kesehatan juga sangat ketat, bahkan kita terapkan sesuai standar yang sudah ditetapkan pemerintah. Satu lagi, kami juga mengantongi sertifikat CHSE, sehingga aman dan nyaman tinggal di Puri Saron Lovina,” tutup Desak senang. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us