Jelang Nataru, Hotel di Kawasan Bali Timur “Zero Booking”

Jelang Nataru, Hotel di Kawasan Bali Timur “Zero Booking”

Pelaku pariwisata khususnya pengelola hotel di Kabupaten Karangasem, tidak bisa berbuat banyak menjelang akhir tahun 2021 mendatang. Jika pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di tahun-tahun sebelumnya, pengelola hotel tampak sibuk membuat berbagai acara dan kergiatan pariwisata atau seni dan budaya. Mereka sangat sibuk melayani para tamunya, sehingga hotel, villa atau fasilitas wisata lainnya meriah diakhir tahun. “Kita Zero booking pada Desember dan Nataru,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Republik Indonesia (PHRI) Karangasem Wayan Kariasa, Jumat (26/11).

Hampir dua tahun pariwisata mati suri sebagai dampak dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selama itu pula pengelola bisnis pariwisata berjuang dengan berbagai cara agar bisa bertahan. Walau sesungguhnya ada moment-moment yang memberi peluang untuk menggaet wisatawan, namun kebijakan pemerintah yang sering mematahkan semangat mereka. “Nataru adalah harapan utama kami untuk pergerakan ekonomi pariwisata di masa pandemi ini. Rupanya akan pupus, karena ada kabar pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3,” ucapnya.

Kariasa bersama pengelola bisnis hotel lainnya di Bali Timur berharap besar pada Natatu ini bisa mendapatkan kunjungan wisatawan, sehingga bisa menjaga dan merawat property yang sudah lama kosong. “Karena sudah ada info jauh-jauh gini, akan di Level 3-kan, ya ngak ada bookingan. Wisnus biasanya melakukan bookingannya last minute. Kalau sudah level 3 wisatawan tidak akan datang, karena kalau sudah menjalankan PPKM level 3, artinya Daya Tarik Wisata (DTW) dan atraksi wisata ditutup. Disitu akan ada pembatasan-pembartasan yang luamayan, shingga bagaimana orang mau berlibur?” tanyanya.

Dalam suasana sekarang ini, dimana adanya pelonggaran-pelongaran PPKM, kunjungan wisatawan juga masih sangat sepi. Kunjungan wisatawan ke DTW-DTW tidak lebih dari 10% dibandingkan dengan sebelum Covid-19 ini. Walau, border internasional sudah dibuka 14 Oktober lalu, tetapi kunjungan wisatawan mancanegara belum juga ada. Penerbangan dari luar neger juga tidak ada yang masuk ke Bandara Ngurah Rai. “Kunjungan Wisman sampai saat ini juga masih zonk. Selain masalah karantina, sulitnya masuk ke Bali karena aturan-aturan yang menghambatnya,” ucapnya.

Direktur Ashyana Candidasa Beach Resort ini mengaku, sesungguhnya banyak teman di luar negeri yang telah merespon open border itu, namun mereka tidak langsung melakukan booking. Namun yang pasti, mereka sudah memberikan sinyal akan datang entah tahun depan. “Dari 19 negara yang beoleh melakukan perjalanan wisata ke Bali, nampaknya perlu di tambah. Khususnya, negara-negara potensial yang sudah terbukti menyumbang devisa untuk negara,” seutnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us