Kain Endek Bali makin Moncer

Kain Endek Bali makin Moncer

Ni Wayan Ria Mariani atau yang akrab disapa Rhea Cempaka salah satu desainer Denpasar yang memiliki hoby membuat pakaian kebaya. Dari hoby yang hingga saat ini Rhea telah mampu membranding diri mengangkat Endek sebagai tenun ikat Bali yang mampu merambah hingga Internasional. “Hoby saya membuat kebaya yang terus mengikuti pelatihan menjahit dan desain serta hingga saat ini tetap pada dasar penciptaan kebaya yang dikemas kreatif lagi dengan bahan kain Endek,” ujar Rhea, yang hadir di agenda Creative Talk, Denpasar Festival 2020 dan tayang pada kreativi denpasar, Jumat (11/12).

Owner dari Rhea Cempaka butik ini menyampaikan, sebagai seorang desainer tidak terlepas dari ruang yang terus diberikan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Denpasar, hingga binaan dari Pemerintah Provinsi Bali dan juga BUMN yang ada. Berangkat dari sini, dan terus mengasah diri dalam kegiatan kreatif mencoba mengangkat Endek sebagai pakain jadi. “Kain Endek hanya dikenal kalangan tertentu saja, sehingga melihat peluang ini. Saya mencoba menjadikan kain Endek sebagai bahan dasar pakaian formal, casual, dan bebas,” kata Ketua Asosiasi Bordir Endek dan Songket (Asbest) Kota Denpasar.

Binaan yang terus diberikan pemerintah dan Dekranasda yang terus mendorong para perajin menciptakan pakain jadi berbahan Endek yang dapat dipergunakan seluruh kalangan. “Gelaran fashion di Kota Denpasar, langkah ini terus digalakan, dan kami sebagai desainer menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk menjadikan ciri khas kami dalam mengangkat Endek itu sendiri. Peluang dan kesempatan terus diberikan hingga mengangkat Endek Denpasar membawanya di tingkat Nasional dan Internasional,” paparnya.

Kain tenun Bali ini memiliki tingkat bahan yang perlu dipelajari karena memiliki tekstur berbeda dari kain yang ada. Terlebih saat ini tantangan kain tenun yang sudah mulai dijiplak, namun tenun Endek tetap memiliki pesona tersendiri. “Kita menyadari saat ini Endek bisa diserasikan yang tetap melihat motif dari Endek yang juga dapat digunakan disegala usia,” ujarnya.

Pada masa pendemi saat ini, lanjut Rhea menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai perajin untuk tetap dapat eksis. Berbagai perlombaan memancing kreativitas perajin Denpasar bersama Asbest yang sangat didukung Pemkot Denpasar serta Dekranasda. Seperti lomba busana adat, sekolah, pakain kantor, hingga pakain santai digelar yang tetap pada protokol kesehatan. Masa pandemi melakukan langkah berbeda melihat peluang berbeda. Tidak idialis menjadi desainer, dan kita tetap bertahan serta bekerjasama dengan teman-teman Asbest dengan mendesaian masker. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us