Kalau ke Bali, Sempatkan Kemari Biar Gak Nyesel…

Kalau ke Bali,  Sempatkan Kemari  Biar Gak Nyesel…

Kelonggaran mobilitas perjalanan masyarakat Indonesia setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak baik terhadap Bali sebagai destinasi wisata dunia. Menjelang Natal hingga Tahun Baru 2022, kunjungan wisatawan ke tempat-tempat wisata di Bali menjadi lebih ramai. “Kami obyek wisata alam Hidden Canyon Beji Guwang Trekking Adventure merasakan dampak dari adanya pelonggaran PPKM itu, sehingga angka kunjungan menjadi lebih ramai,” kata Manejer, I Nyoman Ariawan Mastina, Kamis (6/1).

Pada masa PPKM level 4, jumlah kunjungan wisatawan ke Hidden Canyon tidak lebih dari 3 orang per hari. Bahkan, terkadang nihil kunjungan. Walau demikian, Daya Tarik Wisata (DTW) yang berlokasi di Jalan Sahadewa, Banjar Wangbung, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar itu tetap dibuka untuk wisarawan. “Setelah adanya pelonggaran PPKM jumlah kunjungan menjadi rata-rata diatas 10 orang dalam sehari Sedangkan diakhiri tahun 2021 kami pertama kali tempuh rekor kunjungan wisatawan hinga 51 orang,” ungkapnya senang.

Namun, kemudian jumlah kunnjungan menurun pas tahun baru, yakni pada tanggal 1 – 2 Januari yang hanya ada kunjungan rata-rata diatas 25 orang. Meski demikian, mengalirnya kunjungan wisatawan ke Hidden Canyon jelang akhir tahun telah diarasakan muali ada peningkatan setelah pemerintah memberikan kelonggaran bagi warga Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata, namun tetap taat protokol kesehatan. “Saat itu, kunjungan wisatawan rata-rata perbulan diatas 300 orang neik kalau dibandingkan pada masa PPKM yang hanya 112 orang dalam sebulan,” papar Mastina polos.

Hidden Canyon Beji Guwang Trekking Adventure menawarkan kegiatan trekking meyusuri sungai dengan panorama alam nan asri dan alami. Tebing-tebing berukir yang terbentuk secara alami dari proses erosi aliran air dan proses alam. Objek ini, menawarkan spot- spot photo yang menarik dan bermain air di alam yang masih sangat asri. “Semenjak saya bergabung di Hidden Canyon dimasa pandemi ini, kami sudah merancang konsep merubah segmen pasar. Sebelumnya yang mayoritas wisatawan asing, kini menjadi ke segmen pasar domestik,” jelasnya.

Saat itu, menjadi pertimbangannya, yakni kuota atau jumlah wisatawan domestik yang sangat besar. Jarak berwisatanya juga sangat dekat, daya beli cukup besar, minat, dan stabilitas kunjungan yang sangat stabil. Loyalitas wisatawan domestik juga sangat besar untuk mengunjungi Bali. “Buktinya, di tahun baru ini astungkara mulai banyak ada kunjungan ke tempat kami dan mudah-dahanan akan tetap stabil, bahkan meningkat kedepannya,” harapnya.

Hidden Canyon Beji Guwang yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah, alami (tanpa buatan), menarik, mempesona sekaligus menantang masih menerapkan protokol kesehatan untuk memberkan rasa nyaman kepada wisatawan. Fasilitas yang disediakan, seperti tempat cuci tangan lengkap dengan sabun, wajib memakai masker dan menjaga jarak. “Kareja kunjungan yang belum begitu strabil dan bagus, kami berharap kepada pemerintah masih diberikan relaksasi kewajiban membayar pajak, dan regulasi-regulasi yang mendukung pemulihan dunia pariwisata kedepannya,” harapnya. (BTN/bud).

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us