Ke Depan, Prokes Masuk dalam Format Baru Hukum Bisnis Pariwisata

Ke Depan, Prokes Masuk dalam Format Baru Hukum Bisnis Pariwisata

Bagi Bali yang mengandalkan bisnis pariwisata, kondisi pandemic ini memberikan sebuah pelajaran berharga untuk menata bisnis ke depannya. Tentunya dengan mengadopsi berbagai kondisi objektifnya ke dalam bentuk format aturan bisnis yang baru. Tentu, sangat mutlak, protocol kesehatan masuk di dalamnya.

Maka dari itu penting dibuatkan format hukum bisnis pariwisata ke depan. Demikian dikatakan    Dekan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa  Prof. Budiartha, Kamis (16/12). Jelas dia, Universitas Warmadewa memiliki visi eco-tourism, maka bagaimana aturan-aturan hukum bisnis berkenaan dengan pariwisata di era new normal ini dicoba format seperti apa. Tentu nilai-nilai peradaban yang berisi antisipasi Covid-19 harus masuk ke dalam instrumen-instrumen hukum bisnis pariwisata.

Peradaban kehidupan new normal ini melahirkan kebijakan-kebijakan atau ketentuan-ketentuan yang selalu berubah-ubah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi pendemi Covid-19. Meskipun kebijakan yang dibuat pemerintah seolah-olah tidak konsisten, namun itu penting dilakukan. Sebab pemerintah tidak ingin penyebaran Covid-19 meningkat, dan di sisi lain pemerintah terus memberikan ruang kepada masyarakat agar perekonomian bisa berjalan dengan pembatasan-pembatasan tertentu. Terutama Bali yang bergantung pada pariwisata yang mengandalkan kunjungan wisatawan.

Dengan dibuatnya format hukum bisnis pariwisata di era new normal, lanjut Prof. Budiartha, maka bisnis pariwisata bisa berjalan sesuai harapan. Sebab, masyarakat akan terbiasa dengan format hukum di era new normal di masa pandemi Covid-19 iniVarian baru Covid-19, yakni Omicron telah terdeteksi di Tanah Air. Untuk itu, masyarakat harus lebih taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Di samping juga taat terhadap kebijakan yang diterbitkan pemerintah. Apalagi, penyebaran Omicron lebih cepat dibandingkan varian Covid-19 lainnya.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan prokes sebagai kehidupan baru di era new normal di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, tanda-tanda berkahirnya pandemi Covid-19 belum jelas. Ditambah mutasi varian baru Covid-19 terus bermunculan. Sehingga, peradaban kehidupan baru harus dijalankan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19. Seperti, harus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan ketentuan prokes lainnya. (BTN/pal)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us