Kemenkop UKM RI Dukung Perkembangan Tenun Ikat di Gianyar

Kemenkop UKM RI Dukung Perkembangan Tenun Ikat di Gianyar

Industri kerajinan tenun ikat atau dikenal dengan endek merupakan industri kerajinan potensial Kabupaten Gianyar. Endek pernah menjadi primadona di tahun 80-an, sehingga patut untuk dilestarikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar melalui Dekranasda telah melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan kembali kejayaan tenun ikat di Gianyar. Karena itu, Dekranasda Gianyar juga secara aktif memberikan pelatihan-pelatihan, memberikan bantuan peralatan hingga pemasaran produk kerajinan.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, sehingga Gianyar menjadi tujuan pertama pelaksanaan pelatihan vocational bagi usaha mikro di sektor pariwisata khususnya tenun ikat. “Kami ingin meningkatkan kapasitas dan kemampuan teman-teman usaha mikro di sektor pariwisata. Lebih-lebih adalah sektor tenun ikat,” kata Asdep Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kemenkop UKM, Hariyanto, S.Sos, MM, Kamis (28/10).

Hariyanto menambahkan, dipilihnya Gianyar sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu sentra kerajinan tenun ikat di Bali. Kegiatan ini merupakan langkah awal, untuk selanjutnya bergerak ke daerah lain di Bali. “Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta lebih memiliki inovasi pada situasi pandemi dan inovasi produk tenun ikat yang menjadi unggulan khususnya di Kabupaten Gianyar,” imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, I Wayan Arsana, MAP, mengatakan Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra pandemi.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99% – 97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional. “Salah satunya, melalui e-commerce yang kehadirannya dipandang sebagai salah satu kanal dagang utama bagi UMKM,” kata Kepala Wayan Arsana.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dari 28-30 Oktober 2021, dengan materi pelatihan antara lain, di hari pertama tentang Pemberdayaan UMKM oleh Pemerintah Daerah, SUCCES STORY (UKM Ekspor Perhiasan Perak), Struktur Desain Tenun Ikat, Desain Permukaan/Surface Design, Desain Aplikasi Produk Tenun Ikat, Kewirausahaan Tenun Ikat. Sementara di hari ke dua, diisi praktek Design/Motif Tenun Ikat Menggunakan Air Brush. Hari ke tiga, review dan evaluasi pelatihan. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us