Ketat Prokes Kegiatan Yoga di Om Ham Retreat and Resort

Ketat Prokes Kegiatan Yoga di Om Ham Retreat and Resort

Bagi penggiat yoga, pastinya tahu Om Ham Retreat and Resort Ubud. Di masa pandemic ini, tempat yoga yang beralamat di Jalan Tirta Tawar, Banjar Junjungan, Ubud, Kabupaten Gianyar itu memang sedikit beda. Kegiatan ini dijalani dengan tatanan kehidupan era baru yang diwujudkan dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. Meski menjadi kebiasaan baru, namun semua kegiatan itu seperti dilakukan dengan biasa-biasa saja. “Semenjak Bali menjalani kehidupan era baru, kegiatan yoga di Om Ham Retreat and Resort diberengi dengan penerapan prokes,” kata Marketing Communication Executive, Geo, Rabu (24/11).

Udara pagi terasa sehat dan segar. Hangat sinar Sang Surya memberikan spirit berbagai jenis binatang sawah dan tegalan. Aura kegembiraan terasa hinmgga ke hati setiap yang ada di kawasan itu. Orang-orang berdatangan dari berbagai daerah untuk sebuah tujuan sehat. Sebelum peserta yoga memasuki area resort, peserta diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu, tim Om Ham melakukan pengecekan suhu tubuh para peserta. Tahap awal penerapan prokes tersebut tidak lepas dari penggunaan masker baik peserta yoga dan juga tim Om Ham.

Setelah melakukan registrasi dan pembayaran, peserta yoga kemudian diantar menuju Yoga Hall, tempat dimana kelas yoga berlangsung. Namun sebelum itu, peserta yoga disarankan membawa matras yoga sendiri. Jika peserta tidak membawanya, matras yoga akan disediakan oleh Om Ham yang mana matras yoga tersebut dicuci secara berkala agar terhindar dari virus. Selain itu, penyemprotan desinfektan dilakukan sebelum dan sesudah kelas yoga keseluruh ruangan dan juga keseluruh matra yoga yang digunakan.

Menariknya, para peserta yoga wajib menerapkan Social Distancing atau menjaga jarak yang diterapkan saat kelas yoga berlangsung. Kapasitas yoga yang dulunya maksimal peserta 50 orang, kini menjadi 20 orang saja. Diawal juga melakukan scan PeduliLindungi, melacak kasus agar tidak menyebar lebih luas. “Penerapan prokes ini membawa perubahan dalam sistem mengajar yoga yang dari melakukan pengkoreksian gerakan secara langsung (menyentuh) menjadi instruksi dari tempat mengajar yoga,” ujarnya meyakinkan.

Para peserta yoga tidak pernah merasa hawatir dan was-was terhadap kesehatan tempat yoga. Suangan yoga di Om Ham adalah ruangan semi-outdoor bertempat di lantai 4 yang merupakan lantai tertinggi pada bangunan resort tersebut. Sirkulasi udaranya sangat aman, dan juga disediakan handsanitizer untuk para peserta dan guru yoga selama kelas yoga berlangsung. Peserta dan guru yoga juga diwajibkan untuk mencuci tangan setelah kelas yoga berakhir.

Perlu diketahui, yoga bukan kegiatan baru dikenal masyarakat. Bukan pula kegiatan semata-mata untuk mengisi waktu luang. Yoga merupakan olahraga tubuh dan pikiran yang berfokus pada kekuatan, kelenturan, serta pernafasan. Jika dilihat saja, yoga seperti olahraga yang mudah dilakukan, namun memberikan berbagai manfaat bagi tubuh manusia. Selain kesehatan mental, yoga juga dapat melancarkan sistem pernafasan, melancarkan peredaran darah, melatih fokus dan keseimbangan tubuh, serta meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Seiring berkembanganya pariwisata di Bali, dan dengan meningkatnya kesadaran masyarakan akan besarnya manfaat yoga, sehingga menjadikan yoga di Bali sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. “Om Ham Retreat and Resort adalah salah satu resort di Ubud berkonsep Wellness Retreat, yang mana yoga merupakan program tetap sedari resort ini berdiri,” papar pria ini serius.

Para penekun yoga itu melakukan Kundalini Tantra Yoga, merupakan yoga khas dari Om Ham Retreat and Resort. Yoga ini diciptakan oleh Ketut Arsana selaku pemilik resort yang dikenal dengan sebutan Om Ham. Kondisi saat ini merupakan tantangan besar bagi Om Ham untuk mempertahankan eksistensi yoganya, seperti memperkenalkan dan mengingatkan kembali yoga kepada masyarakat lokal, hingga penerapan prokes ketika melakukan aktifitas yoga. Hal itu juga didukung dengan para staff dan pegawainya yang sudah divaksin dua kali.

Salah satu peserta yoga, Naomi mengaku, sejak dulu ingin berlatih yoga. Namun, baru mendapat kesempatan dimasa pandemi ini. Hal itu, juga kebetulan ia sekarang tinggal di Bali. Dulunya, ia tinggal di Jakarta. Setelah mencari referensi di internet, ia memutuskan untuk ke Om Ham bertemu dengan Ketut Arsana. Setelah tiga bulan rutin mengikuti yoga, efek yang dirasakan sangat luar biasa. “Badan saya terasa lebih ringan. Dulu, sulit fokus akan suatu hal, dan sekarang tingkat fokus dalam diri saya meningkat,” ucapnya polos.

Gabriella, peserta yoga online dari Amerika Serikat mengaku, setelah 3 bulan mengikuti kelas ia sangat bersyukur bisa menjaga kesehatan tubuh saya. Ia juga tidak pernah mengkhawatirkan akan penyebaran Covid-19 selama kelas yoga berlangsung dengan penerapan prokes yang ketat. “Kami senang dengan adanya yoga online yang sangat membantu para yogi yang tidak bisa datang ke Om Ham merasakan energi yang luar biasa itu. Yoga dari rumah dapat mengobati rindu terhadap Om Ham,” tegas yogi yang sudah mengikuti kelas yoga lebih dari 10 tahun bersama Ketut Arsana.

Memang, kundalini Tantra Yoga yang merupakan identitas dari Om Ham Retreat and Resort telah dikenal oleh wisatawan lokal hingga ke mancanegara. Bukan hanya karena manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental, namun juga karena penerapan prokes yang ketat. “Selama masa pandemic ini Om Ham Retreat and Resort memberikan promo spesial diskon 50% untuk kelas yoga khusus untuk warna negara Indonesia yang tidak hanya kelas offline, namun juga untuk kelas online. Mari kita menerapkan pola hidup sehat sebelum terlambat,” pungkas Geo. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us