Ketika Air itu Tak Lagi Mengalir

Ketika Air itu Tak Lagi Mengalir

Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Bali, tak hanya membuat pengelola hotel, villa dan restoran yang kelimpungan. Pengelola desa wisata pun ikut merana. Sebut saja dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Ditengah pademi ini, Pokdarwis yang beranggotakan 24 orang itu memiliki kegiatan ekstra untuk menciptakan desa wisata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. “Saat ini, kami terus melakukan sosialisasi terkait Protokol Kesehatan (Prokes) dan kegiatan Sapta Pesona bagi pengusaha atraksi wisata yang ada di desa kami,” kata Ketua Pokdarwis, I Gusti Agung Oka Wijadarsana, Kamis (6/5).

Bongkasa Pertiwi, sebagai desa wisata memiliki berbagai jenis atraksi wisata yang sangat menarik, khususnya bagi petualang, seperti rafting, swing, dan ATV. Usaha pariwisata ini dikelola pihak swasta dengan management perusahaan yang profesiaonal. Pihak pengelola ini bekerjasama Bumdes Desa Bongkasa Pertriwi. Saat ini, usaha pariwisata yang ada, diantaranya Bali Swing, Sky Swing, Sawah Rafting, Ayung Rafting, Bahama Rafting, Bali Pertiwi Quard Adventure, Alaska Rafting, My Swing, Yellow Garden Rafting dan Rio Rafting. “Atraksi wisata yang ada ini, menjadi daya tarik bagi wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Bongkasa Pertiwi,” imbuhnya.

Agung Oka mengatakan, Pokdarwis yang dibentuk setelah Desa Bongkasa Pertiwi ditetapkan menjadi salah satu desa wisata di Badung pada 2011, tugasnya mengimplementasikan program Sapta Pesona. Intinya, memberikan kesadaran kepada masyarakat juga kepada dunia usaha yang ada di Desa Bongkasa Pertiwi tentang pentingnya menerapkan butir-butir dari Sapta Pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Dengan begitu, sangat diyakini mampu menjadikan Desa Bongkasa Pertiwi lebih menarik sebagai tujuan wisata. “Sebagai lembaga pariwisata, kami Pokdarwis yang mendampingi dan memberikan saran masukan terhadap jalannya kepariwisataan di Desa Bongkasa Pertiwi ini,” ungkapnya.

Lalu di masa pandemi ini? Pria kalem ini mengaku, pihaknya tetap memberikan kesadaran untuk mewujudkan Sapta Pesoan, disamping memberi motifasi kepada pelaku usaha dalam situasi yang sulit sekarang ini. Selain itu, pihaknya memberi informasi sekaligus memantau terkait penerapakn Protokol Kesehatan (Prokes) di masing-masing usaha. “Sekarang ini kunjungan sangat sepi, maka kami mengisinya dengan pelatihan-pelatihan dan pembekalan terkait pariwisata, sehingga ketika pariwisata mulai pulih maka kami sudah siap memiliki kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,” paparnya bersemangat.

Agung Oka mengakui, pandemi yang sudah berlangsung sekitar 14 bulan ini benar-benar memporakporandakan aktivitas pariwisata yang ada di Desa Bongkasa Pertiwi. Kunjungan semakin hari semakin sepi, bahkan sampai kosong. Pengelola atraksi wisata yang ada, semakin kesulitan dana untuk bisa mengoperasikan usahanya. “Dari 10 usaha pariwisata yang ada di Desa Bongkasa Pertiwi, hanya 2 usaha yang beroperasi, 2 sedang persiapan dan 6 usaha pariwisata yang sudah tak beroperasi alias tutup. Kami belum tahu perkembangannya kedepan, kalau kondisi pariwisata tetap seperti sekarang ini,” ucapnya pasrah.

Kunjungan wisatawan terus menurun secara signifikan. Masyarakat lokal juga tak banyak yang berwisata. Apalagi, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kreativitas Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah di Bali membuat kunjungan sepi. Termasuk pula larangan untuk mudik, sehingga minat warga berwisata semakin berkurang. “Kami berharap pembukaan border internasional Juni – Juli ini dapat memberi harapan peningkatan kunjungan wisatawan. Kami di desa wisata beserta usaha pariwisata yang ada sudah menerapkan Prokes secara ketat, dan para pekerja serta masyarakat desa sudah divaksin,” ujarnya penuh harap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us