Kopitiam Kotacane Khas Medan, Kini Hadir di Denpasar

Kopitiam Kotacane Khas Medan, Kini Hadir di Denpasar

Jika fanatik dengan Kopitiam Kotacane, tak perlu harus pergi ke Medan. Cukup datang ke Kedai Kopitiam Kotacane yang beralamat di Jalan Pemogan No. 909, Denpasar. Kedai kopi ini merupakan cabang dari Kopitiam Kotacane merupakan generasi keempat yang satu-satunya ada di Bali. Bagi para pecinta kopi pasti tahu cita rasa dari rasanya karena diolah dengan cara yang masih tradisional. Mulai dari pembuatannya, penyaringan hingga pengolahannya masih sama ketika kopi ini muncul kali pertama. Bahan-bahannya berupa biji kopi didatangkan dari Medan untuk menjaga rasa original. Masalah harga, pasti bisa minum walau di masa pandemi.

Tak hanya kopi yang didatangan dari Medan, gelasnya pun disiapkan khusus dengan tebal dan betul-betul klasik. Gelas yang tebal itu sangat berpengaruh pada rasa kopi yang disajikan. Jika sekarang ini banyak minuman yang menwarkan konsep kekiknian, tetapi Kopitiam Kotacane ini tetap mempertahankan kekalikan, sehingga rasa dan taste nya tetap terjaga. Pasar yang disasar merupakan orang tua dengan umur 40 tahun keats. “Pasar kami adalah orang tua yang memang penghobi minum kopi. Dengan kopi ini, saya ingian membuat tenang para orang tua,” ucap owner sekaligus pengelola, Dewi Lim, Kamis (16/9).

Kopitiam Kotacane telah dibuka mulai selasa (15/9) memang khusus dibawa ke Bali oleh Dewi Lim yang merupakan keturunan keempat. Ia yang sudah 6 tahun tinggal di Bali, sebelumnya merupakan seorang Guide Mandarin yang biasa mengurus wisatawan. Namun, setelah pandemi profesi itu ditinggalkan lalu berusaha dengan menjual Kopitiam Kotacane. “Saya juga menjual cendol dengan taste yang beda di kawasan Kuta. Usaha ini saya rintis memang senbagai dampak pandemic. Intinya, saya ingin mengobati rasa rindu para peminum kopi khususnya yang pernah merasakan cita rasa Kopitiam Kotacane,” sebutnya serius.

Di masa proom ini, harga Kopitiam Kotacane secangkir itu dengan harga Rp 10 ribu. Sementara harga normal, bakal dijual dengan harga Rp 15 ribu. Untuk anak-anak muda yang berniap inovasi bisa mencoba kopi ini. Hasil olehan warisan nenek moyang pasti lebih kuat, maka jangan takut mencoba sesutu yang lama, lebih asli dan murni dengan minuman tradisional. “Walau di masa pandemic ini usaha berdampak, tetapi saya tidak mau pulang kampung. Saya yakin, pasti bisa bangkit. Apalagi di Bali, asal ada usaha pasti bisa bangkit,” katanya bersemangat.

Menariknya, minum Kopitiam Kotacane di kedai ini, tak hanya mendapatkan kopi, tetapi juga menu ayam gemuk. Dewi Lim ingin menggabungkan ayam gemuk dangan kopi. Ayam gemuk yang sudah familiar, akan menjadi salah satu marketing. Orang yang mencari ayam akan bisa sambilo memperkenalkan kopi. Minum kopi dengan kekahasan. “Maka itu, minum kopi disini bisa ditemani roti bakar dan telor setengah matang. Seperti tempo dulu,” pungkasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us