Kurangi Mobilitas, Pemeriksaan Dilakukan di Wilayah Kota Singaraja

Kurangi Mobilitas, Pemeriksaan Dilakukan di Wilayah Kota Singaraja

Pemerintah Kabupaten Buleleng, mengurangi mobilitas warga dengan melakukan pemeriksaan di empat titik wilayah Kota Singaraja. “Empat titik yang menjadi pusat pemeriksaan, yaitu di gerbang masuk Kota Singaraja Kelurahan Penarukan, Kelurahan Sukasada tepatnya di depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Simpang Jalan Udayana, dan Simpang Banyuasri,” kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Gede Suyasa saat memantau jalannya pemeriksaan di empat titik tersebut, Jumat (9/7).

Gede Suyasa yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) menjelaskan, berdasarkan evaluasi dari pusat, mobilitas warga di Buleleng masih tinggi. Berkaitan dengan hal itu, dilakukan pemeriksaan di empat titik. Pemeriksaan ini menyasar terlebih dahulu mobilitas para pegawai atau para pekerja. Pegawai yang menjalankan Work From Home (WFH) tidak boleh keluar rumah untuk pergi ke kantor. Jika karena kepentingan yang sangat mendesak, maka pimpinannya membuat surat tugas kepada pegawai yang bersangkutan untuk boleh keluar atau ke kantor. “Tapi kalau kepentingannya tidak ke kantor, diizinkan untuk keluar rumah,” jelasnya.

Kantor yang masuk dalam sektor kritikal boleh boleh Work From Office (WFO) 100 persen. Sedangkan, untuk sektor esensial bisa WFO 50 persen. Pada sektor esensial yang 50 persen diharapkan tidak semua pegawainya. Pegawai yang bertugas sebanyak 50 persen itu harus dilengkapi dengan surat tugas. Hal ini yang menjadi fokus pemeriksaan. Menekan mobilitas dari para pegawai terlebih dahulu, sehingga mobilitas di kantor bisa berkurang. “Yang kedua masyarakat atau warga. Kalau warga itu harus menunjukan kartu vaksin. Keluar rumah kepentingannya pun harus jelas. Ini yang ditanya,” ucap Gede Suyasa.

Pada hari pertama ini, dilakukan secara humanis oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian. Bagi masyarakat sekiranya untuk tidak keluar rumah jika tidak ada urusan mendesak. Ini dikarenakan penularan Covid-19 saat ini sangat cepat. Peningkatannya sangat drastis. “Kalau mobilitas ini bisa dikurangi maka akan bisa memberi manfaat terhadap penurunan kasus yang ada di Buleleng,” sebutnya.

Mengenai penyekatan di perbatasan, dirinya menambahkan bahwa pengecekan di penyekatan perbatasan lebih banyak dilakukan kepada pelaku perjalanan antar daerah atau antar kabupaten. Jika di kota dilakukan untuk mengurangi mobilitas warga. Lampu penerangan jalan juga dimatikan pada pukul 20.00 WITA. Namun, tidak seluruhnya melainkan 50 persen secara bergantian. Fasilitas WIFI di tempat umum juga dimatikan. “Sehingga tidak mengundang keramaian. Warung dan sebagainya sudah sesuai surat edaran jadi pukul 20.00 WITA semuanya sudah tutup. Ya ini kita lakukan supaya bisa menurunkan mobilitas warga,” tutupnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us