Libur Nataru, Pengelola Hotel Gaet Wisdom dan Masyarakat Lokal

Libur Nataru,  Pengelola Hotel Gaet Wisdom dan Masyarakat Lokal

Dua tahun sudah pariwisata Bali terpuruk akibat pandemic Covid-19. Beberapa hotel sudah ada yang tutup, dan berpindah tangan karena kendala pada biaya perawatan mainten dan bayar pajak serta lainnya. Hotel yang masih bukapun tetap menghadapi masalah, yaitu bagaimana cara dan strategi dalam mendapatkan tamu agar dapat meningkatkan hunian kamar. “Hampir semua hotel yang masih beroperasi, harus memutar otak untuk membuat strategi agar bisa bertahan di masa pandemic yang belum ada tanda-tanda ujungnya ini,” kata General Manager The Vasini Hotel, Pande Ketut Suartaya, SE.CHA, Selasa (7/12).

Libur hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang menjadi harapan untuk menggaet wisatawan domestic (wisdom) dan local, namun terkendala juga. Menjelang Nataru, ada issue bahwa pemerintah akan menerapkan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat liburan Nataru, sehingga mengakibatkan keresahan dari para pelaku wisata di Pulau Dewata. “Periode Nataru merupakan waktu yang tepat dalam pengisian tingkat hunian hotel, dengan harapan akan terjadi kegiatan wisata yang dapat sedikit menggerakkan perekonomian local. Namun, rencana penerapan PPKM Level 3 membuat matinya kegiatan wisata di Bali kembali,” ujarnya.

Menurut hemat Pande Ketut Suartaya, dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang konsisten di masyarakat, yaitu penerapan 3M + 5M dalam tindakan kesehari-harian akan sangat membantu pencegahan terpaparnya Covid-19. Berwisata dengan menerapkan 3M + 5M sudah cukup untuk diberlakukan dimasyarakat tanpa harus mengeluarkan kembali kebijakan PPKM dengan level yang tinggi. Kendatipun demikian harus diterapkan pula 3T (Testing, Tracing, Treatment) apabila ditemukan gejala terpaparnya seseorang dengan Covid-19.

Disamping itu, proses vaksinasi di Bali yang sudah melebihi 89.60 % vaccinated tahap 2 dan secara teori herd immunity sudah terbentuk di masyarakat, sehingga tidak ada alasan lagi untuk menaikkan level PPKM tersebut. “Yang terpenting, adanya filterisasi disetiap pintu masuk Bali yang ketat oleh petugas. Sebab, banyak juga dari paratamu domestic curi start di awal-awal untuk menghindari aturan PPKM tersebut. Nah, mobilisasi masyarakat akan dilakukan sebelum tanggal PPKM tersebut di belakukan. Maka, penting bagi semua stake holder, instansi terkait dan masyarakat wajib memberlakukan ketentuan-ketentuan standard pencegahan terpapar Covid-19 dengan konsisten dan bertanggung jawab. Harapannya, agar kegiatan wisata di Bali ini bisa berjalan dengan aman dan terpadu,” paparnya.

Dulu, pelaku pariwisata berharap dibukanya pariwisata internasional dapat membantu dalam menjalankan manajemen hotel, namun sampai saat ini belum ada penerbangan internasional secara langsung ke Bali. Karena itu, pengelola hotel dan akomodasi lainya menggaet pasar domestic, bahkan masyarakat local dengan membuat paket-paket kamar yang menarik untuk dikunjungih para wisatawan. “Kami juga menawarkan paket-paket khusus dan menarik, sehingga mampu memikat wisatawan domestik dan local untuk merasakan tinggal di hotel,” ungkap Wakabid 1 Organisasi Kelembagaan dan Kerjasama IHGMA ini.

Sebut saja dalam menyambut Nataru ini, The Vasini Hotel telah menyiapkan paket-paket yang di blast dalam liburan Nataru. Hampir semua hotel yang masih beroperasional membuat paket-paket yang up to date, seperti harga kamar yang di bandeling dengan kegiatan atraksi wisata di seputaran daerah destinasi wisata yang tidak terlalu jauh dengan hotel tersebut. “Dengan begitu, akan muncul harga paket yang super murah untuk para wisatawan domestic. Kami menawarkan Bundling Package yang bisa dijangkau dengan berbagai kemudahan,” jelas pria yang selalu enerjik ini. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us