Liburan Nataru ke Tanah Lot

Liburan Nataru ke Tanah Lot

Bagai tanaman bunga disinari mentari, jumlah kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot terus bertumbuh. Bahkan, pada libur Natal sekaligus libur akhir pekan yang dalam kurun waktu tiga hari mulai dari Jumat 25 Desember hingga Minggu 27 Desember 2020 jumlah kunjungan mencapai 10.000 orang. “Libur Natal dan akhir pekan memang dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berlibur ke Tanah Lot,” kata Manager Operasional Tanah Lo, Selasa (29/12).

Kunjungan itu didominasi oleh wisatawan domestik yang ingin bersantai di destinasi favorit yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan itu. Ada pula beberapa wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan sunset, matahari terbenam di laut biru itu. “Atraksi sunset memang menjadi favorit wisatawa yang berkunjung ke Tanah Lot. Ada pula yang menikmati atraksi ular di goa, tempat air suci dan sekedar duduk-duduik di taman. “Namun, paling benyak memanfaatkan sport-sport selfie yang memang indah,” ungkanya.

Untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan dimasa pandemi Covid-19 ini, pihak pengelola telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat sesuai dengan arahan pemerintah. Bahkan, telah mengantongi Sertifikat Verifikasi Tatanan Kehidupan Era Baru (New Normal), sehingga mampu menciptkan rasa aman dan nyaman saat berwisata. “Setiap pengunjung yang datang ke Tanah Lot selalu kami himbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama berada di lokasi. Mulai dari tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan di tempat-tempat yang sudah ditentukan,” ucapnya.

DTW Tanah Lot telah menyediakan tempat mencuci tangan sebanyak 15 unit wastafel portable. Keberadaannya tersebar, diantaranya ada di gate tiket, tempat pengecekan tiket, kantor, parkir, gapura menuju pantai, areal kantor humas pantai, areal wantilan Tanah Lot, areal Enjung Galuh, hingga areal parkir pelaba pura. “Para pengunjung, staff, pedagang dan orang yang hendak ke DTW wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tegas pria asli Desa Beraban ini.

Dalam situasi cuaca yang tidak menentu saat ini, manajemen dan pengelola Tanah Lot juga mewanti-wanti kepada setiap pengunjung untuk waspada dengan perubahan cuaca dari panas menjadi hujan secara mendadak. “Tidak hanya penerapan prokes. Kami juga antisipasi air laut pasang demi kemananan dan kenyamanan pengunjung,” tambah Toya Adnyana.

Agar dapat menikmati suasana di DTW Tanah Lot, para pengunjung dikenakan tiket masuk, seperti untuk anak-anak domestik Rp 15.000 dan dewasa Rp 20.000. Sedangkan untuk mancanegara dikenakan Rp 30.000 untuk anak-anak dan Rp 60.000 untuk dewasa. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us