Lomba Masak Sate dan Hias Menu Lodeh di Hotel Tugu Bali

Lomba Masak Sate dan Hias Menu Lodeh di Hotel Tugu Bali

Pagi itu sangat cerah. Bunga-bunga bermekaran serta daun hijau melambai-lambai ditiup angin Pantai Canggu yang lama membisu. Di bawah pohon, barisan meja lengkap dengan hiasan mewah. Masing-masing meja siap dengan dua orang penunggu, ada yang berbusana adat madya, ada pula memakai busana memasak lengkap dengan berbagai peralatan dapur. Ketika seorang memberi aba-aba mulai, penunggu meja itu langsung beraksi menglah bahan, membuat sate, memanggang kemudian menyajikan lengkap dengan hiasan cantik.

Itulah lomba memasak di Hotel Tugu Bali, Canggu bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10). Peserta bukan orang sembarangan, melainkan perwakilan dari Hotel Tugu Bali, Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Finna dan perwakilan dari Titian Art Space Foundation dengan jumlah 10 pasang peserta. Mula-mula mewajibkan peserta membuat sate lilit berbahan daging ikan, kemudian menata dan menghidangkan Sayur Lodeh yang sayurnya sudah disiapkan panitia.

Suasana halaman hotel yang kaya tumbuhan itu memang berbeda pagi itu. para peserta tampak sibuk mengolah menu, memasak, lalu menghidangkan dengan berbagai hiasan menarik. Memang tak semua peserta biasa membuat sate lilit, sehingga hasilnya tak semuanya bagus. Ada yang bentuknya besar, ada yang membuatnya tidak melilitkan (menempel daging dengan cdara memutar). Namun, semua peserta biswa menyelesaikan menu sate dengan tepat waktu. “Ini pengalaman memasak kami yang pertama,” sahut salah satu peserta ketika dimintai komentarnya.

Setelah waktu pembuatan sate selesai, para peserta siap-siap menghias menu sayur lodeh yang telah disiapkan panitia. Masing-masing peserta memaksa kreativitasnya untuk membuat sajian menu lodeh lebih cantic dan indah. Selain rasa, ada keindahan yang menjadi pertimbangan dewan juri. Kreteria lainnya adalah kecepatan dalam menyelesaikan menu itu. “Khusus untuk sayur lodeh, para peserta bukan memasak tetappi membuat sajian menarik. Hanya plotting saja,” kata Nia salah satu dewan juri perwakilan dari Kemenparekraf.

Stephanie dari Hotel Tugu Bali mengatakan, sayur lodeh merupakan menu khas Jawa yang menggunakan 7 jenis bahan asli nusantara. Masing-masing bahan memiliki symbol yang masih melekat pada kehidupan masyarakat. Masak sayur lodeh menjadi contoh kebersamaan. Sedangkan sate lilit merupakan menu khsa Bali yang memiliki rasa khas. “Untuk lomba memasak kali ini dimenangkan oleh kelompok I karena dinilai kecepatannya, keindahan dan menunya memiliki taste yang beda,” ucapnya.

Lomba memasak ini diawali, sebelum pembukaan ARTCanggu, sebuah pameran seni budaya kontemporer Bali oleh Hotel Tugu Bali dan Titian Bali Foundation Seni. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us