Mari Berdamai dengan Covid-19

Mari Berdamai dengan Covid-19

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 untuk wilayah Bali masih berlanjut. Kondisi itu, pastinya membuat pengelola hotel harus memeras otak agar tetap bisa bertahan di masa pandemic yang tak ada ujungnya ini. “Bingung, ha ha ha ha… pastinya ada. Kami sadar Bali masih tinggi prosentase yang positif dan juga kematian. Maka itu, perlu ada tindakan yang tegas dari Pemerintah Daerah juga aparatur dibawahnya dengan pembatasan kegiatan masyarakat ini,” kata General Manager Grand Ixora Kuta Resort, Ketut Gede Budhiratmanu, Rabu (1/9).

Pembatasan kegiatan masyarakat merupakan hal yang paling penting, untuk memutus rantai penyebaran virus Delta. Selain itu, agar Bali bisa mencapai penurunan prosentase nasional, sehingga level PPKM bisa turun ke level lebih rendah. Jika level PPKM turun, maka tujuannya untuk bisa membuka objek-objek wisata, sehingga Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan Wisatawan Mancanegara (Wisman) kembali berkunjung ke Bali. “Apalagi juga didukung dari sisi aturan hasil tes swab, baik itu di penerbangan udara dan laut sudah lebih terjangkau untuk para wisatawan domestik saat berkunjung ke Bali,” paparnya.

Pelaksanaan PPKM dengan berbagai seri ini memang berdampak yang sangat besar kepada pelaku wisata, khususnya di dunia perhotelan. Meski para pengelola hotel itu sudah melakukan penghematan di sana-sini, namun biaya operasional sungguh luar biasa tingginya. “Biaya tertinggi dioperasional itu ada dua, yaitu biaya Payroll Tax and Employee Benefits (PTEB), gaji karyawan dan tunjangan kesehatan karyawan serta biaya listrik. Jujur, itu biaya tertinggi untuk di hotel kami,” akunya polos.

Solusi terbaik yang mesti dilakukan, mari berdamai dengan pandemi dengan melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat ketat, ikut program vaksin, ikut program Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) bagi dunia usaha, agar ekonomi dan juga pariwisata bisa berjalan bersama. “Betul, sebagian besar masyarakat juga dunia usaha sudah menjalankan prokes dengan baik, akan tetapi pelaksanaan kegiatan masyakarat penting untuk diawasi dan di monitor secara ketat,” usulnya.

Pria asal Tabanan ini mengakui, beberapa orang masih ada yang memanipulai hasil tes swab untuk kepentingan pribadi. Prilaku orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu kurang memahami dampak pandemi bagi masyarakat luas. Untuk itu, perbanyak penyuluhan-penyuluhan dan informasi, baik melalui media cetak maupun media sosial yang berkelanjutan. Hal itu penting agar tercipta kesadaran yang tinggi dari masyarakat juga aparat yang bertugas untuk bisa membantu proses prokes yang wajib dijalankan. “Dengan begitu, niscaya penyebaran Covid-19 ini terus berkurang dan menghilang,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us