Market Domestik Ampuh di Masa Pandemi

Market Domestik Ampuh di Masa Pandemi

Pengelola hotel di Bali didorong untuk menggarap domestik market. Market ini telah terbukti menggerakan roda usaha bisnis hotel di masa pandemi. Buktinya, mobil-mobil ber-plat kota kota di Pulau Jawa yang banyak ada doi Pulau Dewata ini. “Itu artinya Bali ini sangat potensial. Kita Percara Diri (PD) saja bahwa Bali itu sangat-sangat digemari. Saya mendapat WhatsApp yang mengatakan mereka pada ke Bali. Dulu, mereka tidak mau, sekarang ada di Bali, besok juga ada. Sampai akhir Desember, teman-teman pemilik hotel mengatakan kamar-iamar sudah mulai penuh,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho dalam acara #itstimeforbali Looking Forward and Beyond di W Bali – Seminyak, Kamis (4/11).

Wonderful Indonesia yang digagas Marriott Bonvoy itu bagus untuk menarik kunjungan Wisatawan Domestik (Wisdom) ke Bali. Hnya saja, food yang disajikan juga mesti dirubah dengan taste orang Indonesia, sehingga mereka tetap senang. Buatlah domestik taste, tetapi yang elegan. Wisdom ke Bali itu lumayan banyak. “Sekitar 400 – 440 itu orang Indonesi keluar negeri setiap tahunnya. Saat ini mereka nabung tidak melakukan perjalanan keluar negeri, itu adalah orang Jakarta, Surabaya dan Bandung, sehingga ini sangat potensi banget,” tegasnya.

Berwisata di negeri sendiri, tak semahal di Singapura. Ini perlu bersama-sama menggarapnya, jabgan saingan dan bekerjasama dengan pemerintah menarik wisatawan domestic di Jawa itu. Apalagi sekarang syaratnya hanya tes antigen, sehingga bisa menambah orang ke Bali semakin banyak. “Dengan itu, maka Bali akan bergerak. Saya optimis Bali bangkit. Saya juga mohan, kerjasama dengan petani di Bali mesti dilakukan. Hotel-hotel cek barangnya dari mana saja bahannya. Sekarang ini time help people Bali, beli beras, jeruk dan sayurnya. Kalau dulu mungkin lupa, sekarang ayo bantu mereka, sehingga bagus buat Bali,” ajaknya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, mengatakan, pemotongan masa karantina bagi perjalanan wisatawan internasionjal menjadi 3 hari dirasa masih kurang. Itu karena Bali masih ada saingan. Namun, dirinya tetap bersyukur, karena ini dinamis. “Mudah-mudahan, kita bisa menyaingi negara lain. Itu karena Bali bukan sendiri, tetapi ada competitor, sehingga kalau bisa sama, maka akan lebih baik. Namun yangpenting, pastikan kita buka bukan karena kita lapar, tetapi karena memang kita layak untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Agung Partha kemudian berharap, dari 19 negara yang ditetapkan bisa berwiosata ke Indonesia bisa ditambah. Karena itu, dirinya mengajukan lagi 5 negara yang bisa melakukan perjalanan ke Indonesia, seperti Australia, Amerika, Rusia, Jerman dan Uke. Dengan penambahan lima negara itu diharapkan bisa recovery Bali sebesar 30 persen dari 2019. “Teman-teman industry mengatakan, 19 itu tidak menggigit. Nah, dari kita mengusulkan 5 negara tambahan yang diharapkan bisa on pemulihan pariwisata Bali,” harapnya.

Sementara General Manager Stala Ubud Bali, Lasta Arimbawa mengatakan Oktober 2021 ini sebagai salah satu bulan terbaik. Hal itu membuat sedikit gembira, karena recovery trend sudah menunjukan luar biasa. “Kita harapkan November kedepan akan berlanjut trend itu. Menggaet wisdom, kita belajar banyak dari pandemi. Dengan domestic market itu, Marriot dengan trend yang membaik. Itu, saatnya Bali bangkit. Domestic market sangat liuar biasa,” ucapnya.

Marriot tentu saja berkontribusi. Dengan 19 brand dan 58 hotel di Indonesia yang ada di semua destinasi. “Maka dari itu, kita ingin berkontribusi positigf terhadap kemajuan ini. Kita tetap menggaet domestik market, walaupun border internasional sudah dibuka,” tegasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us