Masyarakat Sekitar Tahura Ngurah Rai Belajar Bahasa Inggris dan Ekowisata Mangrove

Masyarakat Sekitar Tahura Ngurah Rai Belajar Bahasa Inggris dan Ekowisata Mangrove

Hutan mangrove menjadi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) yang diminati wisatawan domestic maupun mancanegara. Karena itu, kawasan hutan mangrove disulap menjadi tujuan wisata alam dan edukasi. Salah satunya kawasan mangrove di sekitar Tahura Ngurah Rai yang ditata menjadi ekowisata yang sangat indah dan nyaman untuk tujuan wisata. Kawasan wisata ini ramai dikunjungi wisatawan, khususnya pecinta alam. Namun, di masa pandemi kunjungan tampk sepi. Pengelola hanya menjaga kawasan serta meningkatkan kualitas diri dengan melakukan pelatihan-pelatihan.

Beberapa waktu lalu, pengelola wisata mangrove di sekitar Tahura Ngurah Rai mengikuti pelatihan Bahasa Inggris dan pengembangan ekowisata mangrove. Pelatihan yang diberikan oleh Universitas Udayana (Unud) mengangkat tema ”Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Produktivitasnya Pasca Terdampak Pandemi Covid 19”. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan LPPM Program Unud untuk Masyarakat. ”Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kelompok sasaran terkait Bahasa Inggris dan Pengembangan Ekowisata Mangrove,” kata Ketua kegiatan Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, SS., M.Hum.

Pesertanya melibatkan kelompok yang terkait dengan kawasan wisata hutan mangrove tersebut, diantaranya Sekaa Teruna Teruni (Putra Putri Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, Kelompok Nelayan Segara Agung Sanur, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Batu Lumbang. Sementara sebagai narasumber Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum; Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, Sandra Putri, SS., M.Hum dan Dr. Ni Ketut Arismayanti., SST.Par., M.Par.

Kegiatan ini atas kerjasama dan dihadiri oleh Kepala Tahura Ngurah Rai dan Perwakilan Indonesia Power ini berlangsung sukse. Masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan dengan kehadiran 80 orang yang dibagi menjadi 2 sesi. Pertama pelatihan Bahasa Inggris untuk Pariwisata dihadiri oleh 35 orang Sekaa Teruna Teruni (Putra Putri Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang. Mereka tak hanya belajar secara teori, tetapi dilajutkan dengan praktek conversation dengan mengitari hutan mangrove dengan perahu yang sangat menyenangkan.

Sesi kedua pelatihan Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove dihadiri oleh 45 orang Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Batu Lumbang dan kelompok Nelayan Segara Agung Sanur. Dalam sesi ini, masyarakat sangat mengharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk mendampingi dalam manajemen ekowisata mangrove. “Kegiatan ini untuk mengisi diri di masa pandemic, sehingga setelah pariwisata normal, kita sudah bisa melayani tamu dengan kualitas lebih baik,” ucap salah satu peserta.

Seri Malini mengatakan, ada banyak potensi dari wisata hutan mangrove yang perlu dikembangkan untuk menunjang implementasi pengembangan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata. Namun, ketika membahas strategi pengembangan kawasan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata, maka juga dibutuhkan persiapan mengenai sumber daya manusia yang nantinya turut terlibat dalam pengelolaan ekosiwata hutan mangrove. “Dengan demikian, strategi pengembangan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata dapat dinilai komprehensif,” sebutnya.

Pengembangan itu, utamanya berkaitan dengan persiapan sumber daya manusia yang nantinya turut terlibat dalam pengelolaan ekosiwata hutan mangrove. “Karena itu, kegiatan pengabdian Udayana untuk masyarakat tetap dilaksanakan sebagai salah satu bentuk implementasi dari tanggungjawab Tri Dharma perguruan tinggi oleh Unud, yakni pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya serius. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us