“Megandu”, Permainan Tradisional Desa Ole Kantongi Sertifikat KIK

“Megandu”,  Permainan Tradisional Desa Ole Kantongi Sertifikat KIK

Megandu, permainan tradisional masyarakat agraris di Desa Adat Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan telah mendapatkan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Dengan begitu, permainan tradisional yang biasa dimainkan sehabis panen itu resmi menjadi milik Desa Adat Ole. Sertifikat KIK diterima oleh Sekretaris Desa Adat Ole, I Made Sukerta, mewakili Jro Bendesa Adat dalam acara penutupan Desa Adat Ole sebagai Desa Binaan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH Unud), Sabtu (18/9).

Selama ini permainan tradisional Megandu belum mendapatkan perlindungan hukum, sehingga dalam kegiatan program desa binaan itu, BEM FH Unud menjadikan hal itu sebagi program disamping sebagai pendampingan membuat Pararem Sampah Plastik. “Kami BEM FH Unud mendaftarkan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) permainan megandu ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Pendaftaran permainan Megandu ke Kemenkumham ini dilakukan dalam program desa binaan di Desa Adat Ole,” ucap Ketua Panitia Desa Binaan, Kadek Mahesa Gunadi.

Pendaftaran KIK ini merupakan salah satu tujuan utama dalam program desa binaan di Desa Adat Ole tersebut. Megandu penting didaftarkan karena merupakan warisan budaya yang harus diberikan perlindungan hukum. Megandu merupakan permainan tradisional masyarakat agraris di Desa Adat Ole yang masih asri hingga. Jenis permainan ini biasa dimainkan oleh anak-anak atau truna teruni yang dilakukan langsung di sawah sehabis panen. Permainan ini selalu dipentaskan pada kegiatan Festival Ke Uma yang digelar oleh masyarakat asli di desa itu. “Alat permainan berupa bola kecil dibauitya dari jerami musri bahan dari tumbuhan sawah,” imbuhnya.

Selain memfasilitasi pendaftaran KIK permainan Megandu ini, panitia juga menghadirkan Kemenkumham pada Rabu (4/8/) lalu untuk memberikan sosialisasi mengenai KIK kepada masyarakat setempat. “Agar masyarakat Desa Adat Ole dapat mengenal, melestarikan, dan melindungi Kekayaan Intelektual Komunal mereka,” ungkap Mahesa.

Ketua BEM FH Unud, Gilbert Kurniawan Oja menjelaskan bahwa pendaftaran permainan Megandu Kemenkumham ini dilakukan dalam program desa binaan di Desa Adat Ole, Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, KabupatenTabanan. “Pendaftaran KIK ini merupakan salah satu tujuan utama dalam program desa binaan di Desa Adat Ole” ungkapnya..

Penyarikan Desa Adat Ole, I Made Sukerta menyampaikan permainan Megandu merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak dulu, dan tetap dijaga kelestariannya hingga sekarang. “Megandu sudah ada sejak dulu dan tetap, kami warisi agar tetap lestari dan tidak diakui oleh daerah lain” ungkapnya.

Sukerta mendukung pendaftaran KIK permainan Megandu ini, dan berharap masyarakat Desa Adat Ole bisa mewarisi dan mewariskan permainan ini ke generasi berikutnya. “Kami menyampaikan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa karena telah berkenan memperjuangkan warisan budaya kami. Semoga kami bisa mewarisi dan mewariskan permainan tradisional ini kepada generasi berikutnya,” ucapnya bersemangat. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us