Mendesain Motif Tenun Endek Kini Bisa Melalui Aplikasi. Mau Mencoba?

Mendesain Motif Tenun Endek Kini Bisa Melalui Aplikasi. Mau Mencoba?

Pengusaha tenun endek mesti memanfaatkan teknologi dalam menghadapi dunia global yang serba canggih saat ini. Menjaga tradisi itu penting, tetapi mengikuti treen juga perlu, sehingga produk yang dihasilkan mampu berdaya saing. Untuk memberi kemudahan kepada masyarakat umum yang ingin berkontribusi dalam proses desain motif Endek, tiga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menciptakan sebuah Aplikasi desain untuk membuat motif Endek yang mudah dan lebih cepat.

Ketiga dosen itu, adalah Nyoman Dewi Pebryani, Tjok Istri Ratna C.S., dan Putu Manik Prihatini bekerjasama dengan Pertenunan Astiti, I Nyoman Sudira. Jika sebelumnya, pembuatan motif tenun Endek biasa dilakukan langsung di atas benang, sehingga tidak mudah bagi orang awam untuk bisa menerapkan desain yang diinginkan langsung keatas benang, namun kini dimudahkan. “Aplikasi desain ini berbasis web dan open source. Pemilihan berbasis web agar dapat memberi kemudahan kepada pengguna, tanpa perlu install. Syratanya, memiliki akses internet, sudah bisa mengakses website ini,” kata Dewi Pebryani.

Dewi Pebryani mengatakan, kebutuhan akan proses desain yang inovatif dan kreatif dapat dimaksimalkan dengan menggunakan aplikasi desain berbasis web. Aplikasi desain memberikan template yang dapat dipilih oleh pengguna, kemudian pengguna dapat menggambarkan motif yang diinginkan pada template tersebut seperti menggambar diatas kertas. “Setelah motif yang diinginkan selesai, selanjutnya pengguna dapat memilih fungsi untuk memecah gambar tersebut kedalam ukuran benang atau disebut bulih dalam bahasa desain motif Endek,” ucapnya.

Selain kemudahan dalam menggambar, aplikasi ini menyediakan fungsi bagi pengguna untuk melihat keseluruhan hasil desain, sehingga mampu melihat kiranya hasil jadinya, sesuai dengan yang diinginkan. Selain memberikan ruang kreatif dan inovatif, aplikasi desain ini juga meningkatkan efektifitas dalam mendesain. “Biasanya proses desain sebuah motif tenun Endek kebenang dibutuhkan waktu 1 sampai 2 hari, namun dengan aplikasi desain ini, maka proses desain dapat dilakukan dalam waktu 3 sampai 5 jam saja,” paparnya meyakinkan.

Tjok Istri Ratna menambahkan, aplikasi desain berbasis web (wastrabali.id) ini dibuat setelah melalui melalui pemahaman proses pembuatan motif Tenun Endek di lapangan. Saat kegiatan itu bermitra dengan Pertenunan Astiti yang berlokasi di Desa Gelgel, Klungkung. “Proses pembuatan motif tenun Endek ini diawali dengan melakukan wawancara, observasi, serta terlibat langsung dalam proses pembuatannya untuk menemukan hitungan yang tepat yang digunakan dalam mendesain motif Tenun Endek. Kami melakukan dengan detail,” ceritanya.

Setelah memahami proses di lapangan, baru kemudian data tersebut di analisa menjadi formula hitungan yang diterjemahkan dalam algoritma untuk aplikasi desain motif Tenun Endek. Aplikasi desain berbasis web ini kemudian disebarluaskan dengan melakukan pelatihan kebeberapa pembuat motif ataupun kebeberapa generasi muda yang memiliki keinginan untuk mempelajari desain motif Tenun Endek. “Kami juga melakukan pelatihan di beberapa tempat untuk selama dua hari. Hasil pelatihan ini, langsung diwujudkan kedalam sebuah produk tenun,” sebutnya senang.

Tjok Istri Ratna menambahkan, dalam penelitian tersebut didukung dari berbagai pihak, sehingga mempu menciptakan sebuah aplikasi yang nantinya dapat membantu para Industri Kecil dan Menengah dalam memproduksi karya. “Untu biayanya didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam program Riset Keilmuan Terapan,” pungkas dosen seni itu. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us