“Menenun Benang Merah” Dokumentasi Motif Tenun Endek Bali

“Menenun Benang Merah” Dokumentasi Motif Tenun Endek Bali

Memperkenalkan hasil kerajinan tenun Bali juga sebagai bentuk promosi pariwiswata. Apalagi, endek, wastra Bali yang unik sudah dikenal di ajang nasional ataupun internasional. Wisatawan mancanegara banyak yang menyukai endek sebagai busana, khususnya dalam fashion. “Karena itu, Fashion Show, Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Soft Launching Buku Menenun Benang Merah – Dokumentasi Motif Tenun Endek Bali digelar sebagai bentuk pelestarian dan promosi,” kata Ketua Yayasan Business & Export Development Organization (BEDO), Jeff Kristianto di Arma Museum & Resort, Jalan Raya Pengosekan, Ubud, Gianyar, Jumat (22/4).

Kegiatan dalam Program Tenun KEBAYA II ini digelar BEDO bekerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui payung program tanggung jawab sosial lingkungan Sampoerna Untuk Indonesia (SUI). BEDO berharap dari program ini, Tenun Endek Bali lebih dikenal secara nasional bahkan internasional dengan adanya peran serta pemuda pemudi bali yang menjadi digital marketer dalam mempromosikan Tenun Endek Bali. ”Dengan adanya buku dokumentasi motif Tenun Endek Bali yang dapat diakses dengan mudah di mana saja dan kapan saja,” imbuhnya.

Yayasan BEDO mendukung pemerintah dalam memberikan pelatihan pada IKM khususnya penenun di masa pandemic. Kali ini khusus mengangkat promosi lewat buku yang dibarengai dengan barkot, sehingga dapat dipelajari oleh generasi muda masa depan. Dalam penggarapan ini, bekolaborasi dengan akademisi, pemeribtah, dan desainer, sehingga sasarannya lebih kenceng. “Motif endek Bali itu sangat beragam, sehingga sangat pantas untuk didokumentasikan, sehingga dapat dipelajari generasi. Dalam program ini kami sudah mencatat 161 motif dari 13 perajin endek di lima kabupaten di Bali,” sebutnya.

Koordinator Program KEBAYA, Adinindyah mengatakan, kegiatan ini sebagai penutupan Program Kebaya II yang diisi dengan peluncuran buku “Menenun Benang Merah – Dokumentasi Motif Tenun Endek Bali” dan peragaan busana endek yang mengusung tema kebaya evening, kebaya casual, modest wear. Pembuatan nuku ini melibatkan perancang perempuan Bali yang tergabung dalam member BEDO dan Indonesian Fashion Chamber (IFC). “Kami berharap Tenun Endek Bali dapat dikenal secara internasional dengan adanya peran serta pemuda pemudi Bali yang menjadi digital marketer dalam mempromosikan Tenun Endek Bali,” paparnya.

Adanya buku dokumentasi motif Tenun Endek Bali yang dapat diakses dengan mudah di mana saja dan kapan saja. Selaras dengan kearifan lokal Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Program KEBAYA II dilanjutkan dengan memfokuskan pada Tenun Endek Bali yang dimulai Februari 2022. Kegiatan utamanyaterbagi menjadi 3, yaitu pertama pengembangan kapasitas dan pengetahuan pengrajin tenun Bali di 5 Kabupaten dan Kota (Jembrana, Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Denpasar) dan pemuda pemudi Bali melalui pelatihan dan studi banding dengan pengrajin tenun di Uzbekistan dan Tajikistan (secara daring). Mereka yang telah menerima pelatihan akan diseleksi untuk membantu para pengrajin tenun dan mendapatkan kontrak kerja untuk memasarkan dan mempromosikan produk hasil tenun pengrajin melalui platform digital.

Kedua, penguatan eksistensi kain tenun Bali dengan merancang busana tenun Bali khususnya Tenun Endek Bali oleh para perancang perempuan Bali, sebagai bagian dari busana yang dapat digunakan sehari-hari, dan ketiga, mendokumentasikan motif kain Tenun Endek Bali menjadi buku yang berjudul “Menenun Benang Merah – Dokumentasi Motif Tenun Endek Bali” yang dilengkapi dengan QR Code agar pembaca dapat mengakses data penenun dan motif Tenun Endek Bali secara langsung melalui website. Buku dokumentasi motif Tenun Endek Bali ini juga akan didistribusikan ke perpustakaan nasional dan daerah di seluruh Indonesia. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us