Menghidupkan Kembali Seni, Jiwa, dan Romantisme Indonesia di Hotel Tugu Bali

Menghidupkan Kembali Seni, Jiwa, dan Romantisme Indonesia di Hotel Tugu Bali

Belum memiliki tempat tinggal yang romantis? Datang saja ke Hotel Tugu Bali. Hotel yang terletak di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung ini terasa sangat istimewa jika dibandingkan dengan hotel-hotel lain pada umumnya. tinggal disini pasti menyenangkan, sebab dengan mengusung tema budaya dan seni Indonesia yang dikemas dalam kemewahan kelas dunia, Hotel Tugu Bali hadir untuk menghidupkan kembali kisah-kisah sejarah dan legenda romantis tanah air yang telah terlupakan.

Memasuki area lobi di Bale Agung yang magis, para tamu akan dibuat terkesan oleh beragam koleksi eksklusif karya seni dan artefak budaya Bali bersejarah, seperti patung Garuda Raksasa dari kayu trembesi setinggi 4,9-meter, yang berusian 140 tahun. Selain itu terdapat pula kepala Boma (penjaga raksasa mitologis) di atas tiang-tiang menjulang tinggi yang terinspirasi oleh rumah upacara kuno di Bali tengah. Di sekitar Bale Agung adalah dunia taman tropis yang rimbun dan kolam teratai liar, di mana masing-masing dari 20 vila dan suite resor bersembunyi satu sama lain.

Puri Le Mayeur Villa, yang memiliki luas 200 m2, ‘mengapung’ di atas kolam teratai alami seluas 700 m2. Vila ini terinspirasi dari kisah cinta antara Adrien-Jean Le Mayeur de Merprès, seorang pelukis terkenal Belgia yang hijrah ke pulau Dewata pada tahun 1932, dengan seorang penari Legong terkenal, Ni Polok. Puri Le Mayeur dilengkapi dengan furnitur ukiran tangan asli yang Indah, termasuk kanopi tempat tidur dan beranda yang diukir oleh pemahat tunanetra yang bekerja untuk Le Mayeur dan Ni Polok sebelum mereka meninggal.

Pada Puri Le Mayeur ini terdapat Lounge Ni Polok, yang menjadi salah satu sudut rahasia di Hotel Tugu Bali. “Lounge ini mewakili perpaduan antara cerita eksotis dan ruang lounge modern yang nyaman dengan panorama indah yang menghadap langsung ke laut,” papar Assistant Resort Manager, Ari Wijaya,Kamis (14/1).

Di Hotel Tugu Bali, wisatawan dapat memilih tempat makan atau tempat romantis bersama pasangan, seperti di taman, paviliun pribadi di atas kolam teratai, atau pun beberapa thematic private dining venue, seperti Bale Puputan atau pun Bale Sutra. Ada pula Cultural Night dengan pengalaman kuliner tradisional yang menghidupkan kembali cerita yang hampir terlupakan melalui tarian kuno, pertunjukan musik gamelan, serta kostum Bali.

Demikian halnya Ji Restaurant yang menyajikan masakan kontemporer Jepang, yang berdiri di atas kuil dari periode Kang XI yang telah berusia 315 tahun. Tepat di lantai 3 restoran ini, dapat menikmati dengan panorama Samudra Hindia yang menakjubkan sambal melihat matahari terbenam. “Untuk memastikan kemanan dan kenyamanan para tamu di masa new normal, Hotel Tugu Bali telah menerapkan prosedur keselamatan dan kebersihan yang ketat, sesuai dengan peraturan pemerintah dan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk mengurangi kontak fisik, pemeriksaan suhu tubuh, pembersihan yang ditingkatkan dan sanitasi, serta menjaga jarak di semua area hotel,” jelas Ari Wijaya.

Melalui komitmennya terhadap protokol kesehatan, keselamatan, dan kebersihan, Hotel Tugu Bali telah menerima sertifikasi Pemerintah Daerah Bali Era Baru dan sertifikat Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) Republik Indonesia dengan hasil memuaskan. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us