Menjadi Zona Hijau, Tantangan Bagi Badung

Menjadi Zona Hijau, Tantangan Bagi Badung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung merlakukan berbagai cara untuk mewujudkan zona hijau dalam rangka persiapan pembukaan pariwisata yang diagendakan Pemerintah Pusat untuk Bali pada Juli tahun ini. “Menjadikan Badung sebagai zona hijau tentu sebuah tantangan bagi Pemerintah dan Masyarakat Badung,” kata Wakil Bupati (Wabup) I Ketut Suiasa didampingi Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta dan Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana saat memberikan pengarahan kepada para Kepala Lingkungan se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara, beberapa waktu lalu.

Kehadiran pemerintah beserta vaksinator dan Dinas Kesehatan akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Badung. Dimana Badung dapat segera melewati masa- masa sulit pandemi Covid-19 dan menjadikan Badung menuju Zona Hijau. “Pemberian vaksinasi harus disiapkan dengan baik secara pelaksanaan perangkat dan masyarakat setempat di Badung,” lanjutnya.

Sekarang menjadi kondisi yang mendesak dengan kehadiran vaksin yang harus dilaksanakan di fase satu. Kehadiran vaksin harus on the track. Skema buat sebaik-baiknya, vaksinasi harus berjalan dengan tertib, aman ,teratur dan lancar. “Mekanisme vaksinasi ini harus kami lakukan dengan baik bersama tim kesehatan , vaksinator dan komponen terkait di lapangan. Demikian pula dengan tempat vaksinasi juga harus representatif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Keterbatasan tenaga kesehatan dan vaksinator serta perangkat penunjang, seperti jaringan “wifi”, meja, komputer dan printer dengan tempat vaksinasi perlu disiapkan dengan baik. Demikian juga dengan kehadiran masyarakat yang akan divaksin tidak menimbulkan kerumunan yang berjubel. “Hal ini tentu menjadi tugas kita bersama di lapangan nanti untuk mengatur dengan skema dan alur vaksinasi yang akan dilakukan di tempat dan lokasi vaksin di seluruh Kuta Utara. Kami berharap semoga vaksinasi dapat berjalan aman tertib dan lancar,” ucapnya.

Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta menambahkan, perlunya informasi disampaikan kepada masyarakat bahwa vaksin fase 1 yang datang dari pusat adalah Vackin AstraZeneca dan untuk vaksin ke 2 adalah Vaksin Sinovac. “Kami berharap semoga nantinya seluruh masyarakat Badung mendapatkan vaksin baik fase 1 maupun fase 2 dengan baik, aman dan lancar,” ujarnya.

Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana melaporkan, masyarakat Kuta Utara yang siap divaksin sebanyak 56.913 orang dan yang sudah divaksin berjumlah 6.088 orang. Itu belum 100% karena ada beberapa yang belum divaksin fase ke 2. “Jadi dengan kekurangan ini kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Badung dengan Dinas Kesehatan serta vaksinator dapat menyalurkan vaksin tersebut kepada masyarakat Kuta Utara melalui mekanisme yang ada,” ujarnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us