Menjaga Ubud sebagai Destinasi Wisata Unggulan di Saat Pandemi

Menjaga Ubud sebagai Destinasi Wisata Unggulan di Saat Pandemi

Bagi kalagan pariwisata, pasti kenal dengan Gede Ngurah Dewantara Narottama. Pria asal Denpasar ini sebagai General Manager Santi Mandala Resort and Spa tak hanya memiliki kesibuk dalam urusan mengelolan industru hotel, tetapi juga menyediakan waktu untuk berorganisasi, khususnya di bidang pariwisata. Baginya kegiatan hotel dan aktivitas dalam organisasi itu mesti sejalan, sehingga tujuan akan lebih mudah dicapai. “Organisasi pariwisata itu penting untuk mendukung program dan leberhasilan bisnis hotel,” katanya disela-sela kesibukan melayani tamunya, Jumat (28/1).

Dewantara demikian sapaan akrabnya, saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Ubud Hotels Association (UHA) Periode 2020 – 2022 mendampingi Ketua Gde Karillo yang selalu bersemangat dalam menjalankan program-program dalam memajukan pariwisata, khususnya Ubud. Dalam menggawangi program UHA, sebut saja Ubud Chef Competition (UCC) selama 3 tahun berturut-turut, sejak 2018 hingga 2022 selalu sukses dalam penyelenggaraanya. Pembagian Sembilan Bahan Pokok (sembako) berkelanjutan selama pandemic, serta berbagai acara social, budaya dan promosi pariwisata yang mengutamakan Ubud sebagai destinasi.

Selain menjaga bisnis hotel yang menjadi tantangan di masa pandemi, pria yang selalu ramah dan murah senyum ini melakukan berbagai cara untuk dapat menjaga Ubud sebagai destinasi wisata yang selalu unggul. Bersama staff hotelnya, ia sangat aktif menjaga lingkungan, sehingga letak hotel yang dikelolanya sangat asri dan ada di pinggir sungai. “Konon, Ubud itu berasal dari kata Ubad (obat) yang dapat memberikan kesembuhan kepada setiap orang yang datang ke Ubud berkat kearifan lokal dan budaya serta seni ada di Ubud. Buat kita, adalah tantangan untuk menjaga Ubud agar tetap menjadi primadona destinasi dunia,” ucapnya penuh semangat.

Dewantara juga bertekad untuk tetap menjaga dan membangun UHA sebagai asosiasi yang solid berlandaskan Tri Hita Karana selalu berintegritas, professional dan amanah. Memang dua tahun belakangan ini, insan pariwisata khususnya dan masyarakat Bali umumnya sedang menghadapi situasi yang sangat rumit sebagai dampak pandemi berkepanjangan. Namun, hal tersebut tidak akan menyurutkan para wisatawan baik domestic maupun internasional untuk mengunjungi Ubud. “Bersama dengan UHA mari kita selalu terapkan konsep Tri Hita Karana yang selalu mengdepankan integritas, professional dan penuh amanah, sehingga diyakini Ubud akan tetap menjadi primadona pariwisata,” ajaknya.

Dewantara diharapkan mampu melanjutkan kepemimpinan UHA 2022-2024. Dengan melanjutkan kepemimpinan dari suksesor sebelumnya, ia diharapkan mampu menjaga marwah Ubud bagi seluruh members dan mampu bekerja sama dengan seluruh asosiasi maupun pemerintahan daerah. Selain itu, ia tetap melanjutkan focus pada peningkatan sumber daya manusia bagi seluruh anggota, sehingga mampu bersaing serta mampu ikut menjaga destinasi yang berkelanjutan. “Gula nala cerug cinta, merakit jala tepi gubug, UHA ada untuk kita, bangkit bersama demi Ubud,” pungkas Dewantara dengan pantun penuh semangat. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us