Menuju Endemi, Solia Legian Bali Hotel tak Tergantung pada Satu Pasar

Menuju Endemi, Solia Legian Bali Hotel tak Tergantung pada Satu Pasar

Saat ini, pariwisata Bali sudah berangsur-angsur pulih, meski belum 100 persen seperti kondisi pada tahun 2019 (sebelum pandemi). Pulihnya pariwisata Baliu, bagai asupan napas bagi para pengelola akomodasi untuk menggeliat. “Occupancy Rate (tingkat hunian rata-rata) di Solia Legian Bali Hotel hampir mencapai 80 persen dari 136 kamar yang tersedia,” kata General Manager Solia Legian Bali Hotel, Dewa Putu Makapagal pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1, minggu lalu.

Bisa dikatakan, dalam masa pandemi menuju endemi ini ini hotel yang berlokasi strategis di Jalan Sriwijaya No. 16 Legian, Kuta, ini mampu mencatatkan kinerja yang membanggakan. Para staff dan karyawan berkerja dengan kompak, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Palayanan menjadi hal utama, sehingga wisatawan memilih menginap di hotel ini. “Wisatawan yang menginap masih didominasi dari Australia, sesuai karakteristik area Legian ini. Tapi ada juga India, Vietnam dan domestik,” imbuhnya.

Lalu terkait dengan pasar, pria enerjik ini mengaku tak tergantung pada satu pasar. Apalagi, pariwisata yang sedang menggeliat, sehingga wisatawan asing dan domestik tetap menjadi sasaran dalam menarik kunjungan. “Kami memang tidak menargetkan satu pasar saja, sehingga jika ada hal-hal tertentu pada satu pasar maka masih bisa di-cover oleh pasar yang lain,” terangnya.

Dewa Putu Makapagal menyampaikan, Solia Legian Bali Hotel dalam usia 1 tahun ini ibarat bayi yang mulai belajar berjalan. Namun, ulang tahun ini menjadi momentum untuk memacu diri dengan memperkuat budaya organisasi dan Team Building, sehingga bisa mencapai goal (tujuan/target) yang diinginkan. “Agar jalan kita cepat, maka friksi-friksi dihilangkan, kemudian integritas, budaya kerja, dan kerjasama ditingkatkan, kedepankan kualitas, jadi gunakan momen ini untuk memperkuat diri, integritas dan kerjasama agar dalam mencapai tujuan perusahaan semakin mulus, sedikit halangan,” ungkapnya.

Perayaan mengusung tema “SOL1stSITY” (atausoliversity) berlangsung sederhana, namun penuh keakraban. Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Owner Solia Hotel Group, Ivan Sulistyo serta pemberian penghargaan kepada karyawan terbaik dan kostum terbaik. Diawali dengan Tari Sekar Jepun yang dibawakan oleh karyawan dalam acara yang berlangsung di Soley Bar Lt 4. Sebelumnya, melaksanakanTirtaYatra, ke Pura Besakih, Cleaning Blitz di Sanur, Staff Outing di Desa Pinggan Kintamani serta Bakti Sosial dengan memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu di Kabupaten Jembrana. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us