Merayakan Tahun Baru Imlek di Pura Ulun Danu Batur. Ini Uniknya

Merayakan Tahun Baru Imlek di Pura Ulun Danu Batur. Ini Uniknya

Selalu ada yang unik serta menarik di Bali. Akulturasi budaya Bali dan Tionghoa terasa kental saat perayaan Tahun Baru Imlek 2574 atau tahun 2023 Masehi di di Kintamani, Bangli, Minggu (22/1). Umat Tri Dharma melaksanakan persembahyangan di Konco Batur yang berada di areal utama mandala Pura Ulun Danu Batur, Desa Batur. Tak hanya dari wilayah Kintamani atau Bangli, mereka yang datang juga ada dari luar seperti Buleleng, Karangasem dan Denpasar. Sebab Konco Batur adalah Sungsungan Jagat. Dimana dari cerita, Ida Bhatara Konco Batur merupakan saudara tertua dari Ida Bhatara Ulun Danu Batur.

Bangunan konco terpadu ornamen Bali dan Tionghoa berupa hiasan lampion. Umat yang datang juga berpakaian adat Bali dan pakaian biasa (sipil). Selain sembahyang, umat juga melakukan ritual pembakaran uang kertas emas di dalam tungku, usai sembahyang di altar konco. Prosesi itu bermakna memohon kesejahteraan dan kemakmuran. Ritual itu juga bisa dimaknai sebagai wujud syukur atas berkah yang telah dilimpahkan para dewa. Bermakna menabung, untuk kelimpahan rezeki.

Untuk di Konco Batur, persembahyangan dilaksanakan di 12 altar. Selain membakar uang kertas, persembahyangan juga menggunakan buah-buahan, kue, bunga, ada pula berupa banten, dan menggunakan 17 dua (hio).

Konco yang ada di Pura Ulun Danu Batur adalah yang terbesar di Kintamani. Konco menjadi tanggung jawab masyarakat keturunan Tionghoa dari empat desa di Kintamani. Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Kintamani, Desa Langgahan 100 KK, Desa Kembangsari 100 KK, dan Lampug 80 KK.

Kegiatan persembahyangan Imlek inipun mendapat atensi pengamanan dari jajaran kepolisian, TNI, dan aparat keamanan adat setempat. Bahkan diatensi langsung Wakapolres Bangli Kompol I Ketut Gatra. “Selain persembahyangan, pergerakan masyarakat di Kintamani saat ini juga meningkat dibandingkan biasanya. Karena Imlek tahun ini bertepatan dengan libur akhir pekan. Jadi keamanan kami tingkatkan,”tegasnya didampingi Jero Penyarikan Duuran Batur, I Ketut Eriadi Ariana.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam berkendara. Mengingat cuaca di Kimtamani seketika bisa berubah berkabut dan hujan. “Para pemandu wisatawan juga kita imbau parkir tak sembarangan. Kita pantau tadi arus pergerakan lalin depan Pura Ulun Danu Batur lancar. Ada peningkatan volume kendaraan, tapi tetap bergerak. Tidak sampai macet,”imbuhnya.(BTN/Denpost/128)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us