Meski Sepi Pengunjung, Bali Safari & Marine Park Pastikan Pakan Satwa Tetap Tersedia

Meski Sepi Pengunjung, Bali Safari & Marine Park Pastikan Pakan Satwa Tetap Tersedia

Di masa pandemi, Bali Safari & Marine Park sepi pengunjung? Itu betul. Tetapi, untuk masalah kelangsungan hidup aneka satwa yang ada, jangan khawatir. Pengelola kebun binatang yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar ini tetap memberikan makan terhadap aneka satwa sesuai dengan jenis dan porsinya. “Kalau urusan makan satwa itu harus. Kami tetap melakukan cek kesehatannya, sehingga menyiapkan dokter khusus yang mengurusnya,” kata Marketing Manager, Inneke Ficianirum, Selasa (12/1).

Pandemi Covid-19 hampir sepuluh bulan telah mewabah, dan selama itu pula kunjungan wisatawan nusantara atau mancanegara sangat sepi, sehingga tidak adanya pemasukan dari penjualan tiket. “Walau tidak ada pemasukan, bukan berarti penghuni Bali Safari ini juga berhenti makan. Justru, kesehatan aneka satwa ini menjadi perhatian yang penting. Nah, Bali Safari memiliki program #kitacintasatwa, dimana kita mengajak masyarakat untuk ikut serta memberi sumbangan dalam bentuk pakan satwa. Selain itu, kami juga mencari pakan sendiri di area sekitar Bali Safari,” jelasnya.

Bali Safari & Marine Park mempunyai sekitar 1000 satwa dengan 120 spesies, sehingga jenis pakan binatang itu sangat beragam. Ada binatang yang makan rumput-rumputan, buah-buahan, sayur-sayuran dan daging. Kalau dihitung per hari, pengelola wajib menyiapkan sekitar 6.5 ton rumput, sekitar 500 Kg buah-buahan, sekitar 1.5 ton sayur dan daun-daunan, serta sekitar 200 Kg daging. “Agar binatang itu tetap sehat, kami memastikan kebutuhan utama terpenuhi, menjaga kualitas pakan, lingkungan dan kesejahteraannya. Selain itu kami melakukan tindakan-tindakan pencegahan, seperti pemeriksaan-pemeriksaan berkala dan rutin oleh tim medis. Bali Safari memiliki dokter hewan profesional yang in charge setiap hari, dan selalu siap saat dibutuhkan,” bebernya.

Di saat menjalani tatanan kehidupan era baru (New Normal), kebun binatang terbesar di Pulau Dewata ini menerapan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. Fasilitas berupa tempat mencuci tangan disediakan lebih dari 80 tempat dan menyediakan handsanitizer yang ditempatkan pada titik-tik strategis di seluruh area. Setiap orang yang masuk areal Bali Safari baik pengunjung ataupun staff dan petugas wajib melakukan pengecekan suhu badan, penggunaan masker dan hand gloves, sesuai dengan yang diinstruksikan pemerintah serta protokol Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE).

Lalu, disaat penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini? Inneke Ficianirum mengatakan, semua itu telah dilakukan sejak Bali Safari menjalani New Normal. Hanya saja, hal itu lebih ditingkatkan. “Dimasa pandemi, terjadi penurunan kunjungan jika dibanding kunjungan sebelum pandemi. Apalagi saat ini, beberapa kabupaten dan kota di Bali menerapkan PPKM, sehingga berpengaruh juga pada tingkat kunjungan. Ya, semoga pandemi ini cepat berlalu, sehingga kunjungan kembali normal,” tutup Inneke Ficianirum penuh harap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us