Mixo Chef, Ketika Bartender dan Chef Berkolaborasi. Ini Hasilnya

Mixo Chef, Ketika Bartender dan Chef Berkolaborasi. Ini Hasilnya

Masing-masing stake holder pariwisata di Pulau Dewata memiliki cara berbeda dalam mendukung program pariwisata “Bali Bangkit”. Apalagi di masa pandemic, kegiatan yang dilakukan pasti beda dengan sebelumnya. Sebut saja Himpunan Bartender Indonesia (HBI) yang bekerjasama dengan Bali Chef Community (BCC) menggelar kompetisi mengkolaborasikan keahlian para peracik minuman dan juru masak professional. “Captain Morgan menggelar kompetisi bergengsi di Indonesia, yakni Captain Morgan Mixo Chef The Ultimate 2021 di penghujung tahun ini,” kata salah satu panitia penyelengara Oka Angga, Jumat (10/12).

Perpaduan dua profesi yang berbeda ini dikemas menjadi satu untuk menghasilkan produk yang dapat diterima masyarakat. Karena masih dalam suasana pandemic, penyelenggeraan kompetisi ini tidak seperti tahun sebelumnya. Kali ini disajikan melalui konsep yang berbeda, dimana pada babak penyisihan peserta melakukan kompetisi melalui media sosial. Peserta dinilai oleh para juri yang berkompeten dibidangnya, “Nah, bagi peserta yang lolos ke semifinal dan final akan, baru kemudian diadakan secara offline pada tanggal 13 Desember 2021 di Mamaka Bali,” ucapnya.

Ajang ini pasti akan menarik, sebab dalam kompetisi ini para peserta akan ditantang untuk memadukan rasa makanan dan minuman yang mana dalam satu team akan terdiri satu orang mixologist dan chef. Tema makanan dan minuman yang dikompetisikan pada babak ini adalah “Asian Fusion”. Karena itu, kompetisi ini sangat menantang untuk peserta, sebab peserta tidak mengetahui bahan dasar yang akan digunakan. “Ya ini on the spot, hanya chef dan mixologist terbaik yang mampu menjawab tantangannya,” ungkap Oka Angga yang membuat orang penasaran.

Pada kompetsisi ini, dari seluruh kontestan secara nasional akan memilih 8 semifinalis dan 4 orang finalis dengan total hadiah yang di perebutkan mencapai 23 juta. Komp[etisi juga dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan sesuai standar yang diterapkan pemerintah. “Tujuan kompetisi itu untuk menggali kreatifitas para kontestan dan meningkatkan kemampuan sumber daya dari peracik minuman dan para peracik makanan agar mampu menciptakan kreasi baru, dan dapat menambah ragam masakan Indonesia yang dikemas secara modern, hygiene dan presentable,” imbuhnya.

Meemang tak dapat dipungkiri, pandemi membuat semuanya buyar. Maka kompetisi ini pun ada untuk tetap mengasah keterampilan chef dan mixologist untuk tetap berkreasi dan menciptakan kombinasi makanan dan minuman baru yang nantinya bisa di sajikan menyambut kedatangan wisatawan di saat pariwisata sudah mulai kembali normal. “Event ini juga bertujuan untuk membantu membangkitkan pariwisata yang lama terpuruk. Melalui lomba Mixo Chef ini, kami berharap dunia pariwisata kembali bangkit dan bersemangat,” ujar Presiden BCC, Putu Ambara.

Para peserta yang lolos ke semifinal dan akan berlaga pada tanggal 13 Desember 2021 itu, yakni I Made Sindu Sencaya dan Dewa Gede Agung Dipa Mahayana Putra (The Sayan House), Putu Martin Denovan dan Wayan Apri Yanti (Sisterfields Cafe), Putu Juni Sastrawan dan Dewa Gede Agung Anik (Bikini Restaurant), Kadek Sancaya Dwi Permana dan Putu Willy (Manina Speak Easy Bar), I Gusti Putu Agus Giri Asta dan Gede Leo Adi Sukma (Kayuputi Restaurant), I Putu Ari Cakra Wedana dan Kadek Adi Gunawan (Boy’n’ cow Meat Boutiqe), Ni Kadek Ari Puspita dan Erick Febrianto Irmawan (Sugarsand Bali) serta Benedick Visantus dan Trio Julian Putra (Gozadera Bar Surabaya). (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us