Momen 4 Februari 2022 Disambut Gembira Pelaku Wisata

Momen 4 Februari 2022 Disambut Gembira Pelaku Wisata

Kabar pintu masuk internasional di Bali akan kembali dibuka pada 4 Februari 2022 disambut gembira pelaku pariwisata di Pulau Dewata. Kebijakan ini tidak hanya terbatas pada wisatawawan asal 19 negara yang sebelumnya sudah diperbolehkan masuk ke Bali, melainkan juga wisatawan yang sudah mengantongi e-Visa. Pembukaan penerbangan internasional ini, khusus untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) non Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun, masuk ke Bali harus menjalani karantina ketat serta harus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai surat edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang berlaku.

General Manager Swiss-Belexpress Kuta IB Sedana Putra mengetakan, sebagai pelaku pariwisata dirinya mesti selalu berfikir positive terkai dengan dibukanya kembali penerbangan internasional di Bali. Dirinya, merasa senang dan sangat antusias menyambut kebijakan yang sudah lama ditunggu-tunggu ini. Apalagi, pariwisata Bali dan ekonomi masyarakat Bali sudah dua tahun terpuruk. Walau, sudah ada pelonggaran saat ini, tetapi masih belum bisa meng-cover occupancy hotel yang sangat significant itu. “Dengan adanya kebijakan ini, kami berharap akan menambah motivasi serta ada harapan baru untuk memulai lagi membangkitkan pariwisata Bali,” katanya.

Jika kebijakan ini benar dan betul-betul diberlakukan, maka dirinya setuju dengan kebijakan karantina yang memang harus ada. Namun, mestinya tetap mempertimbangkan lama hari liburan para wisatawan itu. “Semoga saja Vaksin akan menjadi pertimbangan lama hari untuk karantina para wisatawan asing. Sementara, di pihak hotel sendiri, memang harus mempersiapkan diri terutama dengan system prokesnya, sehingga tidak terjadi lagi cluster baru di hotel. Kami juga berharap vaksin booster menjadi pilihan untuk menjaga diri dari penularannya,” imbuhnya.

Sedana Putra menegaskan, kebijakan membuka penerbangan internasional jangan lagi menjadi pemberi harapan palsu (PHP), karena perekonomian masyarakat Bali yang mengandalkan dari sektor pariwisata bisa menggeliat untuk tumbuh. “Jika PHP lagi pastinya akan berimbas terhadap kepercayaan kami kepada pemimpin. Karena ini, sudah seringkali terjadi pembohongan public. Tetapi, kami sebagai insan pariwisata tetap berharap kebijakan sekarang ini menjadi terakhir dan ada realisasinya di lapangan. Kami juga berharap stakeholder Perhimpunan Hotel dan Resotoran Indonesia (PHRI) mengawal kebijakan ini menjadi nyata adanya,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us