Monkey Forest Sangeh Dibuka, Pengunjung Masih Minim

Monkey Forest Sangeh Dibuka, Pengunjung Masih Minim

Bosan di rumah saja? Ayo, berwisata ke Sangeh Monkey Forest. Daya Tarik Wisata (DTW) yang mengandalkan tingkah polah monyet dan sejuknya Hutan Pala itu telah dibuka untuk pengunjung. Walau demikian, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, mesti ingat menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) seperti Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarah (3M). “Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali, DTW sudah bisa dibuka ujicoba, maka kami buka mulai Jumat 10 September 2021,” kata Manajer Operasional, Made Mohon, Senin (13/9).

DTW yang terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung itu resmi dibuka pada Jumat, 10 September 2021. Walau demikian, pengunjung tidak langsung berdatangan. Wisatawan mulai datang setelah pulul 12.00 Wita. Pada hari pertama, hanya ada 8 orang yang membeli tiket, dan 25 orang membawa donasi makanan monyet, yakni rombongan Perebekel Darmasaba. Pada hari kedua, hanya ada 6 orang pengunjung, serta pada hari ketiga ada seanyak 20 orang pengunjung yang membeli tiket, dan 40 orang memberikan donasi makanan monyet.

Berbeda pada kunjngan hari keempat, Senin (13/9) yang sama sekali tidak ada kunjungan alias zero. Mungkin karena hujan lebat yang terus mengguyur, sehingga warga merasa engan untuk berwisata. Meski demikian, dirinya merasa senang karena pengelola sudah diberikan untuk menerima tamu, walau itu dalam masa ujicoba. “Selama masa PPKM Level4, kami hanya datang untuk membertsihkan lingkungan DTW serta memberi makan monyert, dan menjaga areal DTW,” ucap Mohon senang.

Walau sekarang ini masa sulit, Made Mohgon mengaku memberlakukan harga tiket seperti yang sebelumnya, yaitu untuk wisatawan Asing dewasa Rp 30.000, dan wisatawan asing anak-anak Rp. 15.000 serta untuk domestik dewasa sebesar Rp 15.000 dan untuk anak-anak Rp 5.000. “Dalam masa uji coba sesuai Surat Edaran Gubernur Bali, kami menerapkan prokes secara ketat kepada para tamu serta berlaku bagi semua staff dan karyawan. Ini penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, disamping menjadi syarat buka dalam suasa uji coba,” papar mantan pegawai hotel ini serius.

Ketika menerapkan tatanan kehidupan era baru, pengelola DTW telah mempersiapkan tempat cuci tangan yang tersebar di areal DTW itu. Setiap wisatawan yang memasuki areal objek wajib mencuci tangannya terlebih dahulu. Demikian pula setelah mereka ke luar objek dittup dengan mencuci tangan. Wisatawan wajib mengikuti check suhu badan yang yerletak di lobby. Penunjung juga disiapkan hand sanitizer untuk membersihkan tangannya. “Hal tersebut juga wajib dilakukan oleh petugas dan karyawan sehingga benar-benar tercipta rasa aman dan nyaman saat berwisata di Sangeh,” terangnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us