Monkey Forest Ubud Gelar Pameran Ogoh-ogoh

Monkey Forest Ubud Gelar Pameran Ogoh-ogoh

Berkunjung ke Monkey Forest Ubud dalam suasana Hari Raya Nyepi pasti mendapat sesuatu yang lebih. Artinya, selain dapat menyaksikan tingkah polah monyet lucu di kawasan hutan desa yang sejuk, para pengunjung juga dapat menyaksikan aneka bentuk ogoh-ogoh dengan berbagai kreasi yang menarik. Ogoh-ogoh itu akan dipajang di Lobby Daya Tarik Wisata (DTW) Monkey Forest Ubud. “Di Lobby Monkey Forest akan ada pameran Ogoh Ogoh yang akan digelar mulai pada tanggal 11 Maret dan berlangsung selama sebulan,” kata General Manager, Nyoman Sutarjana, Jumat (5/3).

Berbagai karya seni ogoh-ogoh itu akan menghiasi lobby DTW yang terletak di Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar itu. Wisatawan yang akan berwisata kesana, terlebih dahulu menyaksikan karya-karya inovatif dari anak-anak muda dari Desa Padang Tegal sebagai seniman yang menampilkan karya seni tersebut. “Ogoh-ogoh yang dipamerkan bukan dalam bentuk patung besar, melainkan menyajikan dalam bentuk miniatur dan sketsa Ogoh-ogoh. Pameran ini sebagai wadah kreativitas bagi anak-anak muda dimasa pandemi ini,” ujarnya kalem.

Pameran Ogoh-ogoh dalam bentuk miniatur dan sketsa itu, berkaitan dengan adanya Covid 19. Hal itu, karena pada saat hari Raya Pengrupukan, masyarakat khususnya anak-anak muda tidak diijinkan mengarak ogoh ogoh sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan (tidak berkumpul dan berkerumum), maka hal itu diwujudkan dalam bentuk pameran. “Walau dalam Pemberlakuan Pembatasan Kreastivitas Masyarakat (PPKM), kreatifitas muda-mudi Desa Padangtegal tetap dilakukan dengan mengadakan pameran ogoh ogoh miniatur dan sketsa ogoh ogoh,” tegas Sutarjana bangga.

Lobby Monkey Forest Ubud sebagai tempat menggelar pameran, sebagai upaya untuk mendukung kreatifitas seni yang ada di desa ini. “Kami di Monkey Forest Ubud mengusung destinasi wisata yang berdasarkan pelestarian flora dan fauna beserta budaya, sehingga pameran miniatur dan sketsa ogoh-ogoh akan dapat memberi nilai tambah bagi wisatawan yang mengunjugi DTW ini. Para wisatawan bisa melihat hasil karya seni yang di pamerkan, sebelum jalan-jalan ke kawasan Monkey Forest Ubud,” ucapnya.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, Monkey Forest Ubud sudah menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan agar obyek wisata ini tidak menjadi kluster baru bagi penyebaran Covid-19. Fasilitas protokol kesehatan yang disiapkan di seluruh areal objek, seperti tempat mencuci tangan, handsanitizer, memasang tanda antre untuk mengatur jarak antre sebagai upaya dari penerapan social distanching. Pengunjung termasuk staff dan karyawan wajib memakai masker dan melakukan check suhu sebelum masuk ke areal objek,. “Kami melakukan pembersihan areal dengan disinfectant secara rutin. Kami melakukan ini sebagai cara untuk meyakinkan para calon pengunjung, bahwa Monkey Forest Ubud aman dan nyaman untuk dikunjungi,” harap Sutarjana. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us