Monkey Forest Ubud Menanti Anda

Monkey Forest Ubud Menanti Anda

Menjelang pergantian tahun 2020 hingga tiga hari setelah tahun baru 2021, Monkey Forest Ubud menjadi pilihan wisatawan untuk berwisata. Selain masyarakat local dan wisatawan domestic, wisatawan mancanegara juga turut menikmati suasana pergantian tahun di Daya Tarik Wisata (DTW) yang terletak di Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini. “Menjelang tahun baru, yakni dari tanggal 20 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 jumlah kunjungan wisatawan cukup bagus, namun setelah itu kunjungan sudah mulai menurun secara drastis,” kata General Manager, Nyoman Sutarjana, Kamis (7/1).

Berdasarkan data pengelola, jumlah kunjungan wisatawan selama 14 hari itu sebanyak 355 orang rata-rata per hari. Kunjungan wisatawan saat itu didominasi oleh wisatawan domestic dan masyarakat local. Sementara untuk wisatawan asing sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang berimbas belum dibukanya pintu orang asing ke Indonesia. Dari jumlah kunjungan tersebut, sekitar 15% merupakan wisatawan asing yang mempunyai Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). “Penurunan kunjungan setelah tahun baru itu, mungkin karena mereka sudah mulai mudik,” ucap pria kalem ini.

Objek wisata yang bernama Mandala Wisata Wenara Wana itu sempat tutup karena dampak dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Setelah pemerintah Provinsi Bali menerapkan tatanan kehidupan era baru (New Normal), maka Monkey Forest Ubud dibuka kembali pada 5 November 2020 dengan mengutamakan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). Membuka kembali, sebagai upaya memperbaiki tatanan kehidupan komunitas yang ada terutama sejumlah hewan yang harus mendapat perhatian. “Syarat utama adalah wajib menerapkan prokes bagi pengunjung dan staf, sehingga obyek wisata tidak menjadi kluster baru bagi penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Fasilitas prokes disiapkan di seluruh areal objek, seperti menyiapkan tempat mencuci tangan, memasang tanda antre untuk mengatur jarak antre sebagai upaya dari penerapan social distanching. Pengunjung termasuk staff dan karyawan wajib melakukan check suhu, sebagai cara untuk memutus rantai penyebaran covid-19. “Kami melakukan pembersihan areal dengan disinfectant secara rutin. Penerapan prokes ini sebagai cara untuk meyakinkan para calon pengunjung, bahwa objek ini aman. Semoga, wabah ini cepat berlalu, sehingga kunjungan wisatawan kembali normal,” harap Sutarjana. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us