Monkey Forest Ubud Telah Dibuka, Pengunjung Wajib Taat Prokes

Monkey Forest Ubud Telah Dibuka, Pengunjung Wajib Taat Prokes

Daya Tarik Wisata (DTW) Monkey Forest Ubud telah dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara mulai, Sabtu 11 September 2021. Masyarakat menyambutnya dengan mengunjungi DTW yang mengandalkan kelucuan monyet itu bersama keluargannya. Namun, yang berbeda dari suasana sebelumnya, para pengunjung mengawali dengan cek suhu dan mencuci tangan. “Kami mewajibkan para pengun jung untuk mencuci tangan sebelum masuk DTW Monkey Forest Ubud,” kata General Manager, Nyoman Sutarjana, Senin (13/9).

Pagi menjelang siang hari itu, pengunjung memang mulai berdatangan untuk menyaksikan satwa monyet yang lucu itu. Mereka yang baru masuk ke kawasan parkir wajib melakukan pengecekan suhu. Termasuk mengecek QR Code untuk applikasi Pedulilindungi. Para pengunjung kemudian masuk ke lobby atau kawasan pengunjung lalu wajib mencuci tangan, dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Di loket tiket itu, para pengunujung diatur dengan tanda khusus, sehingga jaraknya tidak berdekatan, dan wajib antre. “Monkey Forest merupakan objek wisata alam yang terbuka, sehingga trek bisa kami atur tanpa berdesak desakan,” imbuh pria ini kalem.

Wisatawan kemudian dengan bebas bisa menyaksikan monyet-monyet yang menjadi daya tarik utama wisata alam itu. Ada yang berfoto dengan monyet, ada pula yang memberikan pakan monyet yang dipandu oleh petugas di areal DTW. Meski para pengunjung berada di alam terbuka, namun para petugas yang di kawasan hutan lokal itu tetap mengingatkan para pengunjung untuk disiplin memakai masker. “Semua pengunjung harus pakai masker, jika ada yang tidak memakai masker maka tidak diperbolehkan masuk. Kami juga sediakan masker untuk dijual,” ucap Sutarjana serius.

Menurut Sutarjana, penerapan prokes itu sudah dilakukan semenjak buka kembali dengan menjalankan tatanan kehidupan era baru. Apalagi, saat ini Ubud ditetapkan sebagai wilayah green zone, sehingga Monkey Forest sebagai objek wisata di kawasan Ubud mesti mendukungnya dengan menjalani tatanan kehidupan era baru serta menerapkan prokes secara ketat, serta menyiapkan klinik. “Monkey Forest Ubud sudah mengantongi Certificate Cleanliness, Health, Safety, dan Environmen (CHSE) karena sebelumnya sudah diadakan assesement oleh pemerintah,” tegasnya.

Berdasaarkan data dari petugas tiket masuk di DTW tersebut, pada hari pertama atau setelah dibuka ada sekitar 60 wisatawan yang mengunjungi DTW yang terletak di Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar itu. Mereka kebanykan masyaraklt lokal Bali yang datang dari berbagai daerah. Pada hari kedua, kunjungan mengalami peningkatan yakni sekitar 100 pengunjung. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us