“Ngaben Megabung” di Selemadeg Terapkan Prokes

“Ngaben Megabung” di Selemadeg Terapkan Prokes

Masyarakat Banjar Adat Selemadeg Kelod, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan menggelar upacara Pitra Yadnya Ngaben Megabung, Rabu, (2/6). Ngaben yang diikuti sebanyak 27 sawa (mayat) berlangsung dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. Selain wajib menggunakan masker, masyarakat yang memasuki areal upacara terlebih dahulu mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri upacara tersebut. Pihaknya mengapresiasi lokasi Bangsal dari Ngaben Megabung yang cukup luas yang sangat sesuai dengan persyaratan prokes. Masyarakat diharapkan mematuhi dan memperketat penerapan prokes dalam pelaksanaan ngaben ini. “Meskipun sebagian besar masyarakat sudah divaksin, namun hendaknya prokes tetap diterapkan secara ketat, yakni dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Jangan lupa menerapkan Memakai masker, Menjaga kebersihan tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, Menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup, serta Menjauhi kerumunan atau dikenal 6 M,” himbaunya.

Bupati Sanjaya merasa senang, karena kegiatan Ngaben Megabung telah memperhatikan penerapan prokes, terlebih lagi dilakukan atas dasar semangat gotong-royong yang telah didasari dengan pikiran yang suci dan tulus ikhlas. “Terus tingkatkan rasa persaudaaraan dan persatuan yang didasari dengan semangat gotong-royong, agar visi misi Tabanan Era Baru menuju Tabanan yang Aman Unggul dan Madani (AUM) bisa secepatnya tercapai,” pintanya.

Ketua Panitia Ngaben Megabung I Made Sumaja mengatakan, acara ini sudah menjadi agenda dalam perarem adat yang diselenggarakan selama 5 Tahun. Dalam Ngaben Megabung biasanya dirangkaikan dengan upacara Metatah dan Nyambutin. Terkait pembiayaan berasal dari urunan warga Banjar sebesar Rp. 200 ribu. “Sebenarnya Ngaben seharusnya sudah berlangsung di Tahun 2020, namun ditunda karena situasi pandemi. Dan di Tahun 2021 ini Ngaben Megabung tetap dijalankan namun rangkaiaannya seperti Metatah dan Nyambutin tetap ditunda,” ujarnya.

Hal tersebut dikatakannya untuk menghindari banyaknya kerumunan karena saat ini masih berlangsung pandemi. Disamping itu, Upacara Ngaben ini mengambil tingkatan yang paling Nista untuk mengurangi waktu pelaksanaan yang puncaknya akan digelar pada tanggal 4 Juni 2021 mendatang.

(BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us