”Ngerupa Guet Toya”, Pameran 43 Karya Dosen ISI Denpasar di Arma Ubud

”Ngerupa Guet Toya”, Pameran 43 Karya Dosen ISI Denpasar di Arma Ubud

Dosen seni rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pamerkan sebanyak 43 karya seni di Agung Rai Museum of Art (ARMA). Pameran dengan tema “Ngerupa Guet Toya” itu menyajikan 24 karya seni lukis, 5 karya seni rupa menggunakan bahan kayu berupa panil, 3 set karya seni gerabah dan 10 karya fotografi dengan berbagai ukuran. Pameran dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan keuangan Dr. I Ketut Muka mewakil Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Kun Adnyana yang ditandai dengan pengguntingan bunga, Selasa (6/9) malam.

Agung Rai sangat senang dan mengapresiasi pameran seni hasil penelitian ini. Tugas museum adalah memfasilitasi dan mengangkat, sehingga bisa dipertanggung jawabkan baik secara nasional maupun internasional. Ini sebuah terobosan baru, dimana seniman sudah melirik pentingnya museum sebagai ruang untuk mengapreasi karya seni. ARMA sudah menasional, bahkan lintas negara untuk menyaksikan karya-karya seni yang dipamerkan. “Kami menjembatani para seniman untuk diperkenalkan karyanya kepada masyarakat luas. ARMA memiliki ruang pameran khusus, sehingga bisa diisi para seniman. Pameran ini akan memberikan suasana baru bagi publik, disamping menyaksikan pameran tetap di Arma,” ungkapnya.

Rektor Prof. Kun Adnyana dalam sambutan tertulisnya mengatakan, pameran hasil karya dari program P2S ini sangat memberi ruang bagi dosen-dosen untuk mendiseminasikan hasil Penciptaan Seninya. ”Dengan adanya ruang diseminasi perupa ini diharapkan dapat memotivasi civitas akademika ISI Denpasar untuk terus melahirkan berbagai karya-karya hasil penciptaan dan pengkajian seni, agar terwujud salah satu cita- cita ISI Denpasar menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) dalam bidang seni budaya,” ucapnya.

Air sebagai salah satu entitas utama yang terdapat di muka bumi memiliki sifat-sifat yang unik dan penuh filosofis. Air juga merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Sumber-sumber air pasti menjadi pusat perkembangan peradaban. Tema air yang diangkat dalam pameran ini sangat relevan dengan isu-isu global yang berkembang belakangan ini, khususnya tentang pemanasan global. Keberlangsungan (sustainability) dari air itu sendiri menentukan kualitas kehidupan yang ada di bumi nantinya. “Artinya, sangat penting menyampaikan pesan-pesan kebudayaan tentang air kepada dunia,” katanya.

Lewat pemahaman-pemahaman dan perhatian seniman terhadap air, kemudian diwujudkan melalui karya-karya seni diharapkan dapat membangkitkan kembali spirit tentang pemuliaan terhadap air sebagai entitas yang menjadi sumber kehidupan dan disakralkan. “Kami berharap pameran ini dapat menjadi pemantik lahirnya ide-ide untuk kegiatan-kegiatan berikutnya. Ini tentu menjadi kerjasama yang berkelanjutan antara ISI Denpasar dengan ARMA,” harapnya.

Wakil Rektor Ketut Muka mengatakan, pameran ini sebagai pembuktian bahwa karya-karya seni penciptaan ISI Denpasar sudah masuk museum. Apalagi, kegiatan ini dimotifasi pemilik museum Arma, sehingga para dosen bisa menyajikan karya seni, disamping sebagai bentuk menlaksanakan Tri Dharma perguruan Tinggi. Pameran para dosen ini diharapkan dapat menginspirasi para dosen lain, juga mahasiswa dalam berkarya. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini, akan dapat merangsang mereka untuk lebih kreatif baik dalam menggali ide dan menghasilakn karya seni. “Ini pameran hasil karya dari program P2S, semoga saja nantinya kouta dan volumenya ditambah,” harapnya.

Wayan Setem selaku tim kurasi mengatakan, pesan dari karya-karya yang dipamerkan kali ini, sebagai ajakan memahami lingkungan untuk ”dibaca” dan dimanfaatkan. Alam adalah kesatuan organis yang tumbuh, berkembang dalam adabnya sendiri. Prilaku dan daya hidup dari sebuah ekosistim merupakan mutual yang saling memberi. Esensi dari karya-karya yang ditampilkan ini adalah, Ba…

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us