Open Border? Desa Pramana Swan Sudah Siap Tahun Lalu. Ini Faktanya

Open Border? Desa Pramana Swan Sudah Siap Tahun Lalu. Ini Faktanya

Jauh sebelum rencana pariwisata internasional dibuka, Desa Pramana Swan telah melakukan persiapan mengikuti arahan baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Mulai dari menajalani tatanan kehidupan era baru, penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai yang ditetapkan pemerintah. “Kami di Desa Pramana Swan sudah mempersiapkan sejak tahun lalu, ketika rencana pemerintah membuka pariwisata dan persiapan kawasan zona hijau untuk para wisatawan,” kata Resort Manager, Nyoman Redana, Selasa (5/10).

Untuk sertifikasi tatanan kehidupan normal yang di inisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar dan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) yang diinisiasi oleh kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Semua itu dilalui dengan proses yang begitu panjang, sehingga tersertifikasi dengan hasil yang sempurna. “Paling penting adalah menyiapkan fasilitas prokes yang berjalan dengan baik, serta menumbuhkan kesadaran para tamu dan juga staff untuk disiplin prokes demi untuk keamanan dan kenyamanan,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya juga melakukan kesiapan di internal, dengan mentraining kedesiplinan semua staff untuk selalu memenuhi prokes dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. Khusus di area villa dan public area, pihaknya selalu melakukan disinfectant secara regular dan selalu mengingatkan tamu untuk mentaati prokes dengan memasang banner di tempat terbuka dan mudah di lihat terutama di lobby area. “Standard baru dari pemerintah pusat untuk mendapatkan QR PeduliLindungi, itupun kami sudah tersedia pada saat tamu check in maupun check out. Staff kami 100% sudah mendapat 2 vaksin,” imbuhnya.

Nyoman Redana mengaku untuk masalah kesiapan dirinya merasa tidak ada kendala secara kusus. Sebab, villa yang tidak begitu besar masih bisa memantau terhadap keamanan dan kenyamanan para tamu. “Mungkin yang perlu diberikan perhatian lebih detail adalah dari procedure pemerintahan sendiri. Apakah pemerintah sudah benar-benar siap untuk buka border dengan semua persyaratan dan administrasinya termasuk juga dengan system App,” paparnya.

Dengan begitu lamanya pariwisata Bali vacuum dan hamper tidak ada kepastian yg jelas tentunya dengan di bukanya border international akan sedikit menggairahkan pariwisata bali lagi walaupun akan bertahap dari tahun ke tahun namun intinya adalah sudah ada secercah harapan untuk membangkitkan pariwisata Bali kususnya dan perekonomian Bali pada umumya. “Dampak PPKM terhadap pengelolaan hotel kami, sangat mengkawatirkan. Saya kira sama dengan hotel-hotel yang lainnya,” ujarnya.

Pria penuh enerjik ini mengaku, resort yang dikelolanya itu mempunyai sekitar 50 staff yang sebagian besar merupakan warga local yang setiap bulannya hanya bekerja 7 hari sampai 10 hari karena tingkat hunian yang masih sangat minim. Berbagai uasaha juga sudah dilakukan untuk menarik minat tamu untuk tinggal di villa yang biasanya ramai pada saat weekend saja. Sebut saja dengan meluncurkan staycation, day use package, birthday packages dan family gathering package. “Semoga buka border ini benar adanya,” harapnya.

Desa Pramana Swan Keramas memiliki 25 unit private villa dengan total jumlah kamar 75 kamar. Setiap unit villa, mulai dari one bedroom villa sampai four bedroom villa dilengkapi dengan private pool, garden yang luas, living room dan kitchenette dengan penerapan prokes yang sangat ketat. Semua tamu yang menginap di villa ini merasa nyaman dan aman. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us