“Padma Shri” untuk Prof. I Wayan Dibia. Penghargaaan Seni Tertinggi dari India

“Padma Shri” untuk Prof. I Wayan Dibia. Penghargaaan Seni Tertinggi dari India

Bagi masyatakat seni, ada berita menarik dimasa pandemi ini. Tokoh seni Bali, yakni Prof. Dr. I Wayan Dibia menerima penghargaan seni tertinggi “Padma Shri” dari negeri Beratha, India. “Padma Shri” merupakan sebuah penghargaan bergengsi untuk bidang seni yang dianugrahkan Pemerintah India. “Saya merasa kaget, karena tidak pernah terlintas dipikiran bakal menerima penghargaan. Anugerah ini sangat istimewa,” kata budayawan yang juga Guru Besar Institut Seni Indonesia ((ISI) Denpasar itu, beberapa waktu lalu.

Apalagi pengakuan itu datang dari negara lain, yaitu India membuat dirinya semakin senang dan bangga. Memang “Padma Shri” sebuah penghargaan untuk bidang seni, dan sebagai penghargaan ke empat tertinggi dari 11 penghargaan pemerintah India itu. “Saya telah menerima surat pemberitahuan dari kedutaan India pertengahan Februari. Saya dinfokan pihak kedutaan mendapat “Padma Shri” dari pemerintah India lewat telepon saja. Saya belum berani meyakini kebenaran itu. Nah, setelah mendapat surat resmi tertanggal 11 Februari 2021, baru merasa yakin,” ungkap budayawan asal Singapadu, Gianyar ini dengan wajah sumringah.

Penghargaan itu rencananya akan dianugrahkan pada akhir tahun ini di India, dan langsung diserahkan oleh Presiden India. “Jujur, penghargaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Dengan penghargaan ini, maka saya akan selalu tertantang untuk mendedikasi kemampuan dibidang seni. Saya memang sering mengambil lakon cerita Mahabaratha dan Ramayana dalam erkarya,” ujar Maestro yang telah mencipta puluhan karya seni tari dan aktif menulis buku seni ini bersemangat.

Tokoh seni kontemporer Bali ini menuturkan, dirinya pertama kali berkarya sejak tahun 1971 berupa Prembon dengan mengangkat kisah Gatot Kaca Sraya. Garapan tersebut, otomatis memperkuat posisi Sastra Maha Agung India di kalangan itu mulai dikenal masyarakat Bali melalui seni pertunjukan. Pada tahun 1972, mulai menggarap Kecak Gugurnya Prabu Derstaratha. Dalam garapan itu, murni menggarap seni dalam wujud Kecak yang isinya banyak mengangkat epik India. Banyak lagi, karya-karya lain yang bernuansakan epos Ramayana dan Mahabarata.

Namun sebelum itu, Prof. Dibia pernah tampil di India pada tahun 1969. Sebagai penari handal, ia hadir pertama kali di negeri India untuk menarikan tokoh Hanoman dalam sendratari. Peran kera putih itu, kemudian ditarikan terakhir kalinya di negeri itu pada 2013. “Kemudian muncul kolaborasi karya Body Cak, juga mengangkat Ramayana, dimana mengisahkan Sugriwa perang, kolaborasi Kaliyudha, dan melibatkan penari Cak Rina juga penulis sastra Gunawan Muhamad tentang Ramayana,” beberanya.

Pada 2016, kemudian menyajikan garapan “Lata” di Toronto, selanjutnya bersama San Pradaya menyajikan garapan seni berjudul “Pralaya”. Garapan ini sebuah seni teater tari, dimana cerita itu tidak saja digerakan, tetapi juga diucapkan. Cerita yang diangkat dalam Pralaya juga mengisahkan Mahabarata. Garapan itu menampilkan pokok Tari Baratanatya (India) dan tari klasik Bali. “Ketika “Pralaya” ini ditampilkan di Kanada dan di India. Dia kaget, ternyata dua budaya Bali-India masih bisa berdialog dan secara politik, ada jembatan yang terjalin. Bahkan ahli-ahli India memberi respon positif,” jelas pria yang sudah beruban ini.

Prof. Dibia mencoba menebak-nebak, barangkali kiprahnya dalam menjalin karya seni antara dua budaya ini menjadi dasar pertimbangan pemerintah India memberi penghargaan seni tertinggi itu. Baginya anugerah “Padma Shri” ini bukan kemenangan pribadi, melainkan menjadikan penghargaan ini sebagai pengakuan kepada seniman Bali. “Karena itu, saya berharap kepada seniman di Bali untuk senantiasa merancang karya- karya baru. Hal ini dapat memberikan motivasi dari aktivitas berkesenian bagi seniman di Bali, dimana berkreatifitas sesungguhnya keinginan sendiri, yang kedua untuk mencapai kualitas berkarya,” tutupnya berharap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us