Paket Bantuan untuk Warga Pemogan

Paket Bantuan untuk Warga Pemogan

Sebanyak 10 paket bantuan diserahkan oleh Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara kepada ibu hamil dan ibu nifas dengan anemia serta baduta yang beresiko karena pertumbuhan yang kurang optimal dan status gizi buruk. Bantuan berupa sembako dan sayuran, alat kesehatan serta makanan tambahan untuk anak usia baduta (anak usia bawah dua tahun) dan ibu hamil itudi wilayah Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa (16/8). Kegiatan bakti sosial ini dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 77, TP PKK Kota Denpasar.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari audit stunting yang sebelumnya sudah dilakukan oleh pihak Puskesmas 3 Denpasar Selatan tersebut. Kegiatan ini bersinergi dengan Dinas P3AP2KB dan Dinas Pertanian Kota Denpasar. “Kehamilan merupakan masa penting bagi wanita. Untuk itu kondisi kesehatan dan gizi tetap harus dijaga. Upayakan selalu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan kalsium agar janin dalam kandungan dapat tumbuh dengan baik dan terbebas dari stunting,” ujar Ny. Antari Jaya Negara.

Upaya pencegahan stunting menurut Ny. Antari Jaya Negara memang perlu melibatkan semua elemen masyarakat. Sinergitas dan kerjasama antar pihak diperlukan agar gerakan pencegahan stunting dapat terlaksana secara menyeluruh. “Dengan semangat perayaan HUT Proklamasi RI ke 77 ini saya ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama mencegah stunting untuk menghasilkan generasi emas 2045 nanti,” lanjutnya.

Kepala Puskesmas 3 Denpasar Selatan drg. Putu Judy SS mengatakan, pencegahan stunting begitu penting dilakukan sejak dini. Pemahaman akan bahaya stunting perlu dilakukan agar masyarakat menjadi paham bagaimana langkah nyata untuk menekan angka stunting. “Pemahaman dan edukasi bisa dilakukan bahkan kepada para calon pengantin (catin), lalu kepasa ibu hamil, ibu menyusui dan para orang tua yang memiliki balita. Untuk warga yang berada di wilayah Puskesmas 3 Densel sendiri kami secara intensif melakukan pantauan terhadap para warga yang beresiko, baik ibu hamil dan ibu nifas yang beresiko anemia maupun balita beresiko stunting,” ungkap drg. Judy. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us