“Pandora Paradise” Percantik Denpasar

“Pandora Paradise” Percantik Denpasar

Jalan-jalan di titik nol Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali pasti terasa beda. Areal yang biasa dijadikan tempat warga untuk melakukan aktivitas bersantai bersama keluarga itu tampak semakin manis. Sebuah karya seni Instalasi yang indah dan khas menjadi daya tarik pengunjung Lapangan Puputan Badung itu. Karya seni ini memanfaatkan bentuk terdiri atas 5 kotak dari akrilik, serta bambu sintetis berwarna merah, putih, kuning, hijau, orange, dan emas. Instalasi seni bertajuk Pandora Paradise” ini merupakan karya seniman I Ketut Putrayasa yang rencananya dipajang hingga akhir tahun 2020.

Memang benar, pengunjung yang hadir selalu berhenti sejenak untuk menyaksikan pajangan seni penuh simbolik itu. Bahkan, ada yang sengaja mengajak anaknya jalan-jalan melihat seni penuh pertanyaan itu. Selain menjadi atraksi wisata menarik, karya seni itu juga dapat memberikan inspirasi bagi seniman lainnya. Bahkan terpenting, karya seni itu memberikan edukasi bagi anak-anak muda khususnya pecinta seni rupa. “Unik dan menarik. Karya seni ini dijadikan inspirasi dalam berkarya seni. Ini juga membuka wawasan orang yang ingin menggeluti seni, khususnya seni rupa,” kata Putu Ardana, pengunjung yang mengajak anak-anaknya melihat pameran itu, Rabu (23/12).

Putrayasa mengatakan, karya seni itu memang dikemas unik sebagai sebuah proyek seni yang diniatkan sebagai suar dan penerangan harapan tentang dunia. Pameran ini juga sebagai penanda awal dari serangkaian proyek seni rupa Kuta Sunrise Project Art 2021 yang digelar pada 15 Agustus 2021 mendatang di Discovery Shopping Mall, Kabupaten Badung. “Pembuatan instalasi ini memakan waktu 20 hari yang digarap oleh 20 orang. Saya berharap proyek seni dapat memberi inspirasi bagi setiap orang dari mana pun berasal dan siapa pun ia,” ungkapnya.

Inspirasi instalasi seni ini datang dari mitologi Yunani. Pandora adalah sebuah kotak istimewa yang kemudian hari menjadi sebab datangnya malapetaka. Kotak itu dikenal sebagai Kotak Pandora, sebuah ‘artefak’ penyimpan cerita tentang hidup manusia dengan gema abadi sepanjang zaman dan tempat. “Karya seni instalasi Pandora Paradise merupakan tafsir bebas atas mitologi Kotak Pandora itu. Kata ‘paradise’ tentu sebuah metafora, sebuah perumpamaan,” sebut pematung asal Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung ini.

Kreator seni instalasi bambu ‘Octopus Giant’ berwujud Gurita Raksana ini mengaku akan memasang karya seni instalasi ini di 8 kabupaten lainnya. Pemasangannya akan dilakukan setiap tanggal 15 dan berjalan secara bergantian dengan arah berlawanan jarum jam. Pada 15 Januari 2021 akan memasang di Gianyar, lalu di Klungkung, Karangasem, Bangli, Buleleng, Jembrana, Tabanan, dan puncaknya di Kuta, sehingga berlawanan arah jarum jam. “Pusatnya akan dilakukan di Kuta dan akan menghadirkan instalasi matahari dengan sentuhan teknologi, sehingga seolah-olah matahari terbit di Kuta, Badung.

Pembuatan instalasi Pandora Paradise ini juga berkaitan dengan Covid-19. Kotak Pandora itu yang menyimpan keburukan manusia, termasuk penyakit. Kotak itu tertembus bambu, artinya terbuka, dan ada satu kotak yang belum tertembus bambu adalah kotak harapan, sehingga kotak harapan tersebut merupakan penyelamatkan manusia setelah pandemi Covid-19. “Inspirasi karya seni instalasi ini datang dari mitologi Yunani, tentang sebuah kotak istimewa yang kemudian hari menjadi sebab datangnya malapetaka. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us