Pariwisata Budaya Nafas Pariwisata di Bali

Pariwisata Budaya Nafas Pariwisata di Bali

Pariwisata budaya adalah nafas konsep pariwisata di Bali. Untuk itulah antara budaya dan pariwisata harus saling mendukung. Analogi, pariwisata dan budaya sebagai sosok ibu dan anak yang harus hidup berdampingan dalam keharmonisan, tanpa ada keinginan saling mendominasi. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, M.Si, aau akrab disapa Cok Ace saat menjadi narasumber pada Bincang Budaya “Nala Cintya Mani #4” serangkaian dengan Reinkarnasi Budaya IX Tahun 2021 di Auditorium Widya Sabha Mandala, Gedung Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, belum lama ini.

Reinkarnasi Budaya IX yang digelar Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya juga menampilkan tiga narasumber lainnya, Dr. Nararya Narottama, SE.M.Par,M. Rech (tokoh akademisi pariwisata), Putu Eka Guna Yasa, S.S,M.Hum (tokoh akademisi kebudayaan) serta Dr. Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn.,M.Sn (tokoh masyarakat). Ketiga narasumber ini juga sepakat, bahwa perkembangan dunia pariwisata di Bali tidak seharusnya menggerus budaya Bali. Budaya mampu menjadi pondasi yang kuat untuk menunjang semakin majunya pariwisata di Bali. Pariwisata, semestinya memberikan timbal balik pada upaya-upaya menjaga budaya Bali serta turut dalam memberikan ruang pada budaya Bali.

Reinkarnasi Budaya yang mengangkat tema “Atmaning Buddhayah Adinegara” ini
Bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum mengenai pentingnya pengajaran tentang kebudayaan dan sastra serta mendorong semangat generasi muda untuk melestarikan seni, sastra dan budaya di Bali. “Persiapan kegiatan Reinkarnasai Budaya telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan lamanya,” papar ketua panitia I Nyomana Erlangga.

Reinkarnasi Budaya ini diharapkan bisa menjadi sebuah ajang yang mampu membawa nama besar Fakultas Ilmu Budaya ini menjadi lebih baik lagi kedepannya. “Reinkarnasi Budaya ini kedepannya tentu kita harapkan semakin baik lagi, sehingga kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan softskill. Reinkarnasi Budaya juga pastinya akan membawa nama baik FIB jika semakin baik penyelenggaraannya,” Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya, I Nyoman Aryawibawa, S.S.,M.A.,Ph.D. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us