Patroli Dialogis untuk Mengingatkan Protokol Kesehatan

Patroli Dialogis untuk Mengingatkan  Protokol Kesehatan

Tetap waspada, tidak lengah, tidak abai dan selalu terapkan protocol kesehatan (prokes) 3M. mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker bila sedang di luar rumah serta menjauhi kerumunan. Walau kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sudah mulai melandai, tetapi Desa Dauh Puri Kelod Masih melakukan sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes). Karena itu, kesadaran dan disiplin melakukan Prokes jangan pernah kendor. Sebab, Covid-19 masih ada, sehingga upaya memutus penyebarannya masih sangat perlu.

“Karena itu, Desa Dauh Puri Kelod bersama Satlinmas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa melakukan patroli dialogis dan sosialisasi prokes kepada pelaku usaha,” kata Perbekel Desa Dauh Puri Kelod Nengah Suarta disela-sela kegiatan sosialisasi, Sabtu (13/11) malam. Dialogis maksudnya ada semacam “tanya jawab” antara petugas dengan masyarakat. Ada edukasi serta mengingatkan serta menegaskan kembali soal sangat pentingnya protokol kesehatan.

Patroli dialogis dan sosialisasi prokes ini, bukan dilakukan kali ini sana, melainkan rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Hal itu, penting dilakukan untuk menciptakan Desa Dauh Puri Kelod yang aman, nyaman dan indah serta sebagai upaya menekan penularan Covid-19. Untuk kali ini, patroli dialogis berlangsung di Pasar Sanglah, Level XXI dan pelaku usaha yang ada di Wilayah Desa Dauh Puri Kelod. “Kami mengamankan 2 orang pengemis dan pengamen di Jalan Sudirman,” sebutnya.

Pengamen dan pengemis itu diberikan pembinaan sebagai efek jera, sehingga kedepan tidak lagi mengamen dan mengemis di Denpasar.  “Untuk patroli selanjutnya, kami melibatkan Satpol PP Kecamatan, sehingga bisa menindak langsung jika menemukan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda). Bahkan barang dagangan dan alat untuk mengemis bisa diamankan di Kantor Desa. Dengan demikian tidak ada yang berani mengamen maupun mengemis di jalan khususnya di wilayah Desa Dauh Puri Kauh,” paparnya. Salah seorang pengemis mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Mereka dibina di Dinas Ssial setempat dan selanjutnya dipulangkan ke daerah asalnya.

Setelah diberikan pembinaan, dari data yang di dapat dua orang pengemis dan pengamen tersebut merupakan warga luar warga Kota Denpasar. “Dengan melaksanakan patroli dan sosialisasi prokes secara rutin ini, saya berharap tidak lagi ada pengamen dan pengemis di jalan raya, sehingga Kota Denpasar khususnya Desa Dauh Puri Kelod menjadi tertib, aman, nyaman dan indah,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us