Peduli Sesama, IHKA Bali Bantu Isoman

Peduli Sesama, IHKA Bali Bantu Isoman

Bergerak dan pasti bisa. Itulah keyakinan dari Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Bali dalam membantu sesama di masa pandemic Covid-19 ini. Organisasi yang diketuai oleh Cahaya Diputra selalu bergerak membantu warga yang terdampak. Walau, mereka sendiri juga terdampak, namun para pekerja pariwisata ini tetap menyisihkan waktu dan materi agar bisa membantu kepada warga yang benar-benar membutuhkan. “Kami dari devisi pawongan IHKA Bali di bawah ketua baru memiliki program peduli Isolasi Mandiri (Isoman),” kata Cahaya Diputra yang didampingi Humas Koordinator, Roma Pujawan, Selasa (24/8).

Di masa pandemic dan ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbagai seri ini, IHKA Bali selalu bergerak untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan. Kali ini, IHKA Bali peduli pada warga yang sedang melaksanakan Isolasi mandiri (Isoman). “Program ini untuk membantu menguatkan mental sahabat-sahabat member dan masyarakat yang terkena Covid-19. Kami bersihkan rumah, kamar dan lingkungan warga yang menjadi tempat Isoman dengan disinfectant agar kembali segar dan bersih. Kami bahkan melakukan dengan peralatan ULV cold fog dan peralatan modern yang didukung oleh para vendor-vendor, bahu membahu membantu masyarakat yang habis isoman,” paparnya.

Bantuan yang diberikan berupa sembako, vitamin, masker, hand sanitizer dan disinfectant seluruh rumah dan kamar serta halamannya. Pembersihan ini menggunakan peralatan modern dan dengan obat yang food grade, sehingga aman pulan buat makanan serta ampuh buat basmi virus dan bakteri. Saat ini, IHKA Bali sudah menyasar tiga rumah warga di Kuta Selatan, tiga rumah di Denpasar, dan dua rumah di Jimbaran. “Kami akan terus berlanjut menemukan warga yang melakukan Isoman. Setiap dua hari sekali team kami terus bergerak,” akunya polos.

Roma Pujawan menambahkan, dalam program kali ini IHKA Bali bergerak terutama bagi sahabat-sahabat pariwisata yang habis melakukan isoman. Selama ini, orang yang sedang melaksanakan isoman kurang ada yang memperdulikan kebutuhan mereka selama menjalani isolasi. “Kalau pun mereka diberikan bantuan sembako hanya cukup disitu saja. Lalu, bagaimana dengan kesehatan mereka, asupan vitamin atau makanan sehatnya. Itu yang belum ada yang memastikan. Mereka itu tiddk bisa kemana-mana, harusnya dinas terkait peka jika ingin pandemi ini terkendali,” ucap Roma menyayangkan.

Karena itu, pria yg kelihatan sangar namun ternyta hatinya begitu lembut ini sangat setuju dengan program pemerintah untuk mewajibkan orang yang tidak bergejala ringan untuk melakukan Isolasi Terpusat (Isoter). Dengan demikian, semua kebutuhan serta perkembangan kesehatannya menjadi terpantau dengan baik. Sayangnya, kenapa pemberlakukan Isoter itu baru sekarang. Harusnya sudah 6 bulan yang lalu dilakukan. “Katanya dana Covid itu cukup besar, tetapi apa yang dirasakan oleh masyarakat sangat kecil. BSU contohnya yang menyasar ke pelaku pariwisata dengan gaji dibawah 3.5 juta. Tetapi, bagaimana dengan gaji supervisor, asisten manager dan manager yang diatas itu. Apakah tidak terdampak? Mereka mungkin lebih parah, bahkan makan saja susah,” ujarnya.

Menurutnya, PPKM yang terus berlanjut atau diperpanjang dan diperlebar tanpa ada konsekuensi solusi, membuat dirinya semakin susah buat makan. Mestinya, pemerintah mencoba membuat program untuk bayar bank, cicilan, kartu kredit, KUR, KTA atau sejenisnya. “Ini mestinya ditangguhkan dulu pada masa sulit begini. Kami tidak bekerja, tidak mempunyai gaji seperti PNS atau ASN. Di mana kepedulian pemerintah terhadap pelaku pariwisata yang katanya penyumbang devisa terbesar dulu. Nah, ketika terpuruk seperti saat ini, mereka tidak dianggap, bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali,” ujarnya dengan nada kesal. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us