Pekerja Pariwisata Bali Mati Pelan-pelan

Pekerja Pariwisata Bali Mati Pelan-pelan

Pandemi yang berkepanjangan meluluhlantakan perekonomian Bali. Sektor paling berdampak adalah pariwisata yang di dalamnya ada pekerja pariwisata. Dulu, sebelum pendemi, pekerja pariwisata adalah “produsen PHR“ (penghasil Pajak Hotel dan Restoran). “Kini, pekerja pariwisata yang telah setahun lebih terdampak sudah banyak yang tidak berpenghasilan dan sebagian penghasilannya menurun,” kata Ketua Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Badung, Slamet Suranto, Kamis (15/6).

Slamet Suranto mengatakan, bantuan pemerintah kepada “produsen PHR“ ini sempat dilakukan, namun hanya bersifat sementara, baik kepada perusahaan maupun para pekerja pariwisata, dan belum bisa berkelanjutan. Karena itu, banyak perusahaan yang mengurangi jam kerja, merumahkan karyawan tanpa upah, bahkan banyak menutup perusahaan yang pada akhirnya berdampak kepada para pekerja pariwisata. “Untuk menyambung hidup para pekerja, “OTG” (Orang Tanpah Gaji ) ini akhirnya banyak beralih profesi, meninggalkan profesi sebagai pekerja pariwisata,” ucapnya.

Mereka yang masih mempunyai kebun, akhirnya pulang kampung untuk melakukan sesuatu di ladangnya agar bisa menghidupi keluarga. Sementara, bagi bagi yang tidak memiliku kebun, banyak yang mencoba berusaha sesuai keahlian masing-masing. Ada yang membuat kue, jualan nasi jenggo, jualan minuman, ngelas dan usaha lainnya sesuai dengan keahliannya. “Pekerja pariwisata khusunya anggota FSP Par Badung yang masih menerima penghasilan sekitar 25 persen saja . Itupun tidak menerima penuh, ada yang harian, ada dipotong dengan prosentasi dan sekitar 75 persen sudah tidak ada penghasilan,” paparnya.

Karena itu, lanjut Slamet Suranto, FSP Par SPSI Badung sangat mendukung program yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19, mulai dari menjalani tatanan kehidupan era bari, menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) serta program vaksinasi serta lainnya. “Sebagai Ketua Penguru Cabang FSP Par SPSI Badung, saya sangat berharap kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan pekerja pariwisata yang sebelumnya sangat getol untuk menghasilkan PHR, dan saat ini sangat-sangat terpuruk karena sudah berstatus OTG,” sebutnya.

Mesti diingat, pekerja pariwisata merupakan salah satu produsen PHR dan membuat Kabupaten Badung bisa mandiri, bahkan bisa sharing pendapatan daerahnya untuk membantu kabupaten lain di Bali. “Itu tentu sangat meringankan pemerintah pusat. Maka kini, saatnya pemerintah pusat untuk menyelamtakan kami pekerja pariwisata agar bisa melanjutkan kehidupan. Bisa dengan cara memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Badung agar kami sebagai pekerja pariwisata dan stkeholder pariwisata lain bisa hidup normal kembali,” harapnya.

Untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat termasuk pekerja pariwisata yang sudah tidak berpenghasilan, maka permerintah perlu melakukan kegiatan ekonomi yang bisa membantu keberlangsungan kehidupan masyarakat, khusunya para pekerja pariwisata yang mesti menjadi perhatian lebih. “Menormalkan kegiatan perekonomian dalam new era, sudah barang tentu dengan prokes ketat, sehingga semua bisa menyeimbangkan antara keselamatan masyarakat dan perekonomian. Dengan demikian, masyarakat bisa selamat dan bebas dari Covid-19, serta terbebas dari berhentinya ngebul dapur,” ucapnya.

Slamet Suranto pekerja pariwisata yang termasuk OTG mengaku, mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini, namun ia berharap melalui program ini semua harus menciptakan situasi dan kondisi yang menyenangkan bukan situasi yang penuh kekhawatiran. Dengan tatanan kehidupan new normal yang dicanangkan, maka masyarakat akan terbiasa dengan situasi pandemi ini, penuh keceriaan bukan dengan penuh ketakutan, tetapi tetap pada penuh kewaspadaan yang terukur,” ajaknya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us