Pelaksanaan Nyepi Saka 1943, Ini SE MDA dan PHDI Bali

Pelaksanaan Nyepi Saka 1943, Ini SE MDA dan PHDI Bali

Dalam rangkaian menyambut Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 Di Bal I Pelaksanaan Nyepi Saka 1943, Parisada Hindu Dharma Indonesia(PHDI) dan Majelis Desa Adat(MDA) PROVINSI BALI mengeluarkan Surat Edaran(SE) 009/PHDI-Bali/I/2021, NOMOR : 002/MDA-Prov Bali/I/2021ini SE MDA dan PHDI Bali Dengan ini menghimbau kepada seluruh Masyarakat Bali hal-hal yang berkaitan dengan Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali.
Melalui SE ini, masyarakat Bali diharapkan untuk Menaati dan melaksanakan dasar hukum yang berkaitan dengan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali
Khususnya kepada Umat Hindu di Bali, kegiatan Malasti Tawur Kasanga Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 dilaksanakan dengan memperhatikan, Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Segara, Malasti di pantai. Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Danu, Malasti di danau. Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Campuhan, Malasti di Campuhan.Bagi Desa Adat yang memiliki Beji dan/atau Pura Beji, Malasti di Beji.
Bagi Desa Adat yang tidak melaksanakan Malasti dapat melakukan Malasti dengan cara Ngubeng atau Ngayat dari Pura setempat.
Sementara untuk Upakara Malasti, bagi Desa Adat yang Malasti ring Segara,agar ngaturang Banten Guru Piduka, salaran ayam itik (bebek) dan tipat kelanan, pakelem itik katur ring Bhatara Baruna. agar ditambahkan dengan:
Bagi Desa Adat yang Malasti ring Danu, Beji, utawi Campuhan, ngaturang Caru Panglebar Sasab Merana (caru ayam ireng). Bagi Desa Adat yang Malasti Ngubeng utawi Ngayat, ngaturang Caru Panglebar Sasab Merana ring Pangulun Setra, saka sidan (sesuai dengan situasi setempat). Upakara Tawur dilaksanakan serentak pada Saniscara Pon Gumbreg tanggal Masehi 13 Maret 2021
Dalam tingkatan pelaksanaanya, Tawur Agung ring Bencingah Agung Besakih (Giri Tohlangkir), dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali pada Pukul 09.00 Wita nemu kerta ikang rat.
Tawur Labuh Gentuh ring Catus Pata Kabupaten/Kota, dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota pada Pukul 13.00 Wita.
Tawur Manca Kelud ring Catus Pata Desa Adat, dilaksanakan oleh masing-masing Desa Adat setempat pada Pukul 16.00 Wita. Biaya upakara dapat menggunakan Dana Desa Adat yang bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2021.
Upacara lan Upakara setingkat keluarga dan rumah tangga dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali.
Untuk pakara Segara Kerthi miwah Danu Kerthi: Mapakelem, Mapulang Panyegjeg ring Nawa Segara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota, yang akan dilaksanakan di segara Pura Batu Mejan, Karangasem, di segara Pura Silayukti, Desa Padangbai, di segara Pura Wimukti, Labuan Sait, Kuta Selatan, Badung, di segara Pura Indra Kusuma, Desa Candi Kusuma, Jembrana, di segara Pura Segara Gilimanuk, , di segara Pura Pabean, Gerokgak Buleleng, di segara Pura Ponjok Batu, Tejakula, Buleleng, di segara Pura Dalem Batu Grombong, Baturinggit, Kubu, Karangasem, dan di Pura Segara Danu, Songan, Bangli.
Sementara Upacara Danu Kerthi di Catur Danu akan dilakukan di Pura Jati Danu Batur, Desa Adat Batur, Bangli, di Pura Ulun Danu Beratan, Tabanan. Di Danu Buyan, Kecamatan Banjar, Buleleng, di Danu Tamblingan, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Sedangkan pengarakan Ogoh-Ogoh karena bukan merupakan rangkaian wajib Hari Suci Nyepi, oleh karena itu pengarakan Ogoh-Ogoh pada Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 ditiadakan.
Dalam pelaksanaan rangkaian Upacara Malasti, Tawur, Pangrupukan agar tetap Membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi paling banyak 50 orang, Para Pamangku agar menggunakan “panyiratan” yang sudah bersih untuk “nyiratang tirta” kepada Krama, dan memberikan bija dengan peralatan yang bersih, Dilarang memakai/membunyikan petasan/mercon dan sejenisnya, Bagi umat yang sakit atau merasa kurang sehat, agar tidak mengikuti rangkaian upacara, dan guna menghindari berbagai potensi penyebaran COVID-19, semua panitia dan peserta agar mengikuti Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.
Terkait dengan Melaksanakan Catur Brata Panyepian dengan sradha bhakti, bagi umat lain di Bali agar bersama-sama mendukung dan menyukseskan Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 dengan tetap menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama.
Melalui SE Bersama ini agar menjadi pedoman untuk dilaksanakan dengan penuh disiplin dan bertanggung jawab secara niskala-sakala.(BTN/ery)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us