Pelanggar Prokes di Buleleng Disanksi Pembinaan

Pelanggar Prokes di Buleleng Disanksi Pembinaan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng tetap melakukan sidak Protokol Kesehatan (Prokes). Selama pandemi masih terjadi, penerapan ini akan dilakukan secara konsisten. “Dari seluruh sanksi yang diterapkan, pembinaan terhadap pelanggar masih mendominasi dibanding menerapkan denda langsung,” kata Kepala Satuan (Kasat) Pol PP, I Putu Artawan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (8/3).

Untuk kegiatan sidak prokes di Buleleng hingga ke tingkat kecamatan itu tetap berjalan sebagaimana mestinya. Secara umum sudah mematuhi, tetapi di pedesaan masih ada. Sampai saat ini jumlah sanksi yang sudah dikeluarkan oleh satpol pp berjumlah 2594. “Dari total tersebut, 65 persen mendapatkan sanksi pembinaan dan surat pernyataan serta 35 persen dikenakan denda langsung, sehingga sanksi pembinaan lebih mendominasi saat ini,” paparnya.

Astawan mengatakan, setelah dilakukan pemantauan di semua kecamatan, rasanya itu sudah merata. Warga masyarakat di Buleleng sudah 90 persen mentaati prokes. “Namun, ada beberapa yang tidak menggunakan masker secara benar, tidak menutup hingga ke hidung. Kalau ditemukan yang seperti itu kita hanya melakukan teguran saja,” ujar Artawan.

Sedangkan untuk yang tidak memakai masker, lanjut Putu Artawan, itu masih ada. Tetapi tidak terlalu banyak. Saat memberikan sanksi, warga yang tidak membawa uang atau identitas, diberikan hukuman fisik dan dibuatkan surat pernyataan yang berlaku selama sepuluh hari seperti sebelumnya. Setelah sepuluh hari jika yang bersangkutan tidak juga memenuhi, Satpol PP Kabupaten Buleleng akan menyerahkan ke aparat desa. “Apakah nantinya dibuatkan surat keterangan tidak mampu, nanti bapak perbekel yang mengecek apakah benar yang bersangkutan tidak mampu. Kalau itu tidak mau lagi memenuhi tanggung jawabnya, bisa nanti dikenakan sanksi baik itu sanksi adat maupun penundaan pelayanan administrasi di desa,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat melakukan sosialiasi penerapan prokes di desa-desa. Ia mengungkapkan walaupun Kabupaten Buleleng masuk zona oranye yang artinya tingkat penyebaran sedang, dirinya tidak ingin lengah agar penyebaran covid-19 dapat ditekan. Peran desa adat melalui satgas gorong royong juga sangat penting. “Selain menindaklanjuti SE Gubernur dan SE Bupati Buleleng terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Desa/Kelurahan, hal ini juga dapat menekan penyebaran Covid-19 dari lingkup terkecil,” ungkapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us