Pelatihan Barista “Gianyar Aman”

Pelatihan Barista “Gianyar Aman”

Kreatif dan penuh semangat. Itulah suasana pelatihan Barista Gianyar Aman di Kori Maharani Villa and Resort, Jumat, (26/3). Pelatihan merupakan gagasan dari TP. PKK Kabupaten Gianyar bersama Dinas Pendidikan dalam program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH). “Program PKH memberikan kesempatan kepada anak-anak muda generasi milenial berlatih Barista,” kata Ketua TP. PKK, Ny. Surya Adnyani Mahayastra saat meninjau Pelatihan Barista Gianyar Aman tersebut.

Pelatihan itu dilaksanakan selama 20 hari dengan melibatkan peserta dari kalangan Sekolah Pariwisata, SMK, kampus-kampus pariwisata, hotel dan kalangan profesional yang ada di Kabupaten Gianyar. Dalam kondisi pandemi Covid-19, ini merupakan modal untuk menjadi wirausaha-wirausaha muda ataupun interpreneur muda, sehingga memiliki skill yang handal, dalam hal ini adalah barista. “Setelah Pelatihan Barista ini selesai kami harapkan para peserta bisa membuka cafe atau coffee shop,” katanya.

Ny. Surya Adnyani Mahayastra menambahkan disamping Pelatihan Barista ini, juga menyiapkan Uji Sertifikasi Profesi bagi peserta pelatihan. Itu, sebagai bukti mereka menjadi barista yang berkompeten. “Kami memberikan kesempatan bagi 17 peserta ini untuk mengikuti uji kompetensi secara gratis” kata Surya Adnyani Mahayastra.

Sekretaris Dinas Pendidikan Dewa Ngakan Manuaba mengatakan, dirinya menyambut baik gagasan dari TP. PKK ini. Pelatihan barista ini lagi booming di kalangan anak muda sekarang. Serta Dinas Pendidikan mempunyai program PKH terkait dengan pendidikan non formal. Selain pelatihan juga ada sertifikasi nasional dari lembaga uji kompetensi. Suksesnya Pelatihan Barista ini adalah mencetak enterpreneur muda khususnya dalam keahlian meracik kopi.

Istruktur Pelatihan Barista I Nyoman Arta Sudarma mengatakan, skema penilaian pelatihan barista, pertama untuk penilaian espresso yang dinilai adalah volume air dari espresso itu adalah 30 mili liter dengan waktu durasi 20 sampai 30 detik. Kedua latte dinilai dari ketebalan formnya yaitu 0,5 sampai 1 senti meter serta untuk Cappuccino ketebalan formnya adalah 1,5 sampai 2 senti meter. Sedangkan untuk Manual Brook yang dinilai adalah persentasi dari peserta mengenalkan produk yang mereka buat. Seperti karakter kopi yang mereka buat.

Salah seorang peserta, Putu Diah Pradnya Maharani mengatakan setelah dirinya melakukan pelatihan barista, dirinya bisa mebuat kopi seperti Latte, Cappuccino, Espresso dan Manual Brook. Setelah mengikuti UJK (Ujian Kompetensi) berstandar nasional dan mendapatkan sertifikat dirinya berencana akan menyebarkan tentang organisasi ini seperti sosialisasi ke SMA, SMK atau mengadakan event di acara-acara penting. Sebagai contoh dirinya mengatakan dalam ulang tahun kota Gianyar akan menyedikan kopi gratis sekitar 50 cup. Intinya dirinya ingin menjadi wadah untuk generasi muda agar dapat mengenali kopi dan mengetahui tentang kopi. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us